20 dari 30 Ribu Kopdeskel Merah Putih Tak Ideal, Solusi Dicari

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
20 dari 30 Ribu Kopdeskel Merah Putih Tak Ideal, Solusi Dicari

Gambar atau konten salah?

Sebanyak 15 ribu bangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih sudah selesai dibangun. Namun, ada keluhan dari masyarakat soal lokasi koperasi yang kurang ideal. Beberapa di antaranya berada di daerah terpencil.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan, dari ribuan bangunan yang sudah berdiri, hanya sedikit yang lokasinya dianggap tidak pas. "Misalkan di media sosial (ramai soal) ada beberapa lokasi Kopdeskel Merah Putih yang dianggap tidak ideal. Tapi, setelah kita jelaskan, bahwa yang tidak ideal itu berapa, di mana saja, ternyata kan angkanya tidak banyak," ujar Ferry dalam wawancara pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Ia memberi contoh, dari target total 30 ribu Kopdeskel Merah Putih yang sedang dibangun, paling tidak ada 20 bangunan yang lokasinya kurang cocok. Ferry mengatakan, jumlah lokasi yang tidak ideal ini akan dicarikan jalan keluar untuk perbaikannya. "Taruhlah 20 (bangunan) dari 30 ribu yang kita lagi bangun. Coba, itu 'kan sedikit. Nah, kalau pun misalkan tidak ideal, nanti kita akan carikan solusi. Tapi perlu diketahui, bahwa penentuan lokasi tersebut, termasuk yang tidak ideal, dilakukan penentuan lokasinya melalui masyarakat di desa itu," ungkapnya.

Menurut Ferry, karena ada kesepakatan dari perangkat desa soal penempatan pembangunan koperasi pelat merah, itulah yang menjadi dasar berdirinya bangunan Kopdeskel Merah Putih. Kata Ferry, hal ini kadang tidak diketahui sepenuhnya oleh warganet di media sosial. "Ya, kesepakatan di desa. Nah, ini 'kan sisi-sisi ini kadang-kadang tidak diketahui oleh yang memviralkan. Saya tidak tahu tujuan memviralkannya apa. Tapi, maksud saya, sisi baiknya itu masukan bagi kami. Tapi, ada sisi yang perlu untuk kami sampaikan bahwa sebenarnya penentuan lokasi itu sudah atas dasar musyawarah di desa tersebut," katanya.

Di sisi lain, ia tidak menampik ada keterbatasan lahan di desa-desa tertentu yang tidak bisa sesuai dengan standar prototipe yang diinginkan. Itulah sebabnya, hingga akhir tahun ini pembangunan Kopdeskel Merah Putih dihentikan sementara di angka 40 ribu bangunan, untuk dikaji lagi ke depannya. "Kami mengakui ada keterbatasan soal lahan di desa-desa sesuai dengan prototipe yang kita inginkan. Oleh karena itu, kami akhirnya memutuskan sampai akhir tahun bisa sampai 40 ribuan (bangunan). Kita stop dulu di tahun ini 40 ribuan," bebernya.

"Tahun depan, kita akan bangun lagi secara bertahap dengan beberapa modifikasi. Kami sekarang sedang mengkaji, misalkan untuk bangunan Kopdeskel Merah Putih, khususnya di kelurahan atau kota-kota yang bisa jadi beda prototipenya," pungkasnya.

Dari total 30 ribu bangunan yang ditargetkan, hanya sekitar 20 lokasi yang dianggap tidak ideal. Pemerintah mengakui ada keterbatasan lahan di beberapa desa, sehingga pembangunan tahun ini dibatasi hingga 40 ribu unit. Tahun depan, prototipe bangunan akan dimodifikasi, terutama untuk koperasi di wilayah perkotaan.

Kopdeskel Merah PutihBangunan KoperasiLokasi Kurang IdealKeterbatasan LahanMusyawarah DesaModifikasi PrototipeFerry Juliantono

Komentar

Memuat komentar...