BULOG Dukung PENAS 2026, Target Serap Gabah Petani Capai 4 Juta Ton

Arif S. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BULOG Dukung PENAS 2026, Target Serap Gabah Petani Capai 4 Juta Ton

Gambar atau konten salah?

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara resmi membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara berlangsung di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Perum BULOG menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.

PENAS XVII menjadi tempat berkumpulnya ribuan petani, nelayan, pelaku utama, pelaku usaha di bidang pertanian dan perikanan, serta penyuluh dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini dirancang sebagai forum strategis untuk memperkuat jaringan, saling bertukar pengetahuan, dan mendorong penggunaan inovasi serta teknologi terbaru demi kemajuan sektor pangan nasional.

Dalam sambutannya saat pembukaan, Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menjadi semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. "Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain," ujar Gibran seperti dikutip dari siaran pers pada Minggu, 21 Juni 2026.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kehadiran BULOG di PENAS 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama dengan petani, nelayan, pemerintah daerah, dan semua pihak yang berkepentingan dalam urusan pangan nasional. "PENAS menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan," kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Ia menjelaskan bahwa Perum BULOG tidak hanya berperan di bagian hilir melalui pengelolaan stok dan distribusi pangan. Perusahaan juga terus memperkuat perannya di bagian hulu dengan menyerap hasil panen petani sesuai ketentuan pemerintah. "Dengan begitu, petani mendapatkan kepastian harga, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan pangan," tambah Ahmad Rizal Ramdhani.

PENAS 2026 mengusung tema 'Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional'. Kehadiran Perum BULOG dalam acara ini menjadi wujud komitmen perusahaan untuk mendukung agenda besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, mulai dari hulu hingga hilir.

Salah satu langkah konkret yang terus dilakukan Perum BULOG adalah menyerap hasil panen petani, khususnya gabah kering panen. Penyerapan ini dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Hingga tanggal 20 Juni 2026, BULOG telah menyerap sebanyak 3,17 juta ton setara beras dari petani dalam negeri. Angka ini mencapai 80 persen dari target tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.

Kebijakan penyerapan gabah ini merupakan bentuk perlindungan terhadap petani. Tujuannya agar petani mendapatkan kepastian harga dan kepastian pasar. Di sisi lain, kebijakan ini juga memperkuat ketersediaan stok pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Perum BULOG memastikan proses penyerapan gabah dan beras berjalan secara transparan, cepat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses ini melibatkan mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri di berbagai wilayah. Dukungan ini diperlukan untuk memastikan kelancaran penyerapan hasil panen di lapangan.

Melalui momentum PENAS 2026, Perum BULOG terus memperkuat sinergi dengan petani, nelayan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pangan. Tujuannya untuk memastikan hasil produksi petani terserap secara optimal. Stok pangan juga harus tetap terjaga. Semua ini dilakukan dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Acara PENAS Petani Nelayan XVII ini menjadi ajang tahunan yang mempertemukan para pelaku sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia. Dengan adanya forum seperti ini, diharapkan terjadi pertukaran ide dan teknologi yang bisa mendorong produktivitas pangan nasional. Perum BULOG, sebagai lembaga pangan milik negara, memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan petani di hulu dan kebutuhan masyarakat di hilir.

PENASPetaniNelayanSwasembadaPanganBULOGGibran

Komentar

Memuat komentar...