Pertemuan Kiai Sepuh NU di Kediri: Jaga Keakraban Lewat Silaturahim
Gambar atau konten salah?
Di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, yang berada di wilayah Mojo, Kabupaten Kediri, sebuah pertemuan penting digelar pada hari Sabtu, 20 Juni 2026. Acara tersebut adalah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) untuk tahun 2026.
Sebelum acara utama dibuka secara resmi, sejumlah kiai sepuh dari lingkungan NU mengadakan pertemuan yang sifatnya tertutup. Beberapa nama besar hadir dalam forum tersebut, di antaranya KH Nurul Huda Djazuli, KH Said Aqil Siradj, dan KH Kafabihi Mahrus yang dikenal sebagai salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Turut hadir pula KH Ali Akbar, KH Ubaidillah Shodaqoh, KH Mas'ud Masduqi, KH Asep, KH Syatibi, KH Ali Kholil, serta mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, KH Ma'ruf Amin.
Meskipun pertemuan itu berlangsung secara tertutup, suasana yang tercipta justru sangat santai dan penuh keakraban. Para kiai terlihat berbincang hangat satu sama lain, menciptakan nuansa kekeluargaan yang kuat di tengah-tengah agenda besar NU yang akan segera dimulai.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH Abdurrohman Al-Katsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar, memberikan penjelasan mengenai pertemuan tersebut. Menurutnya, forum itu merupakan ajang silaturahim bagi para kiai sepuh yang sudah lama tidak bertemu secara langsung. "Suasananya santai, hangat dan penuh kekeluargaan," ujar Gus Kautsar.
Ia menambahkan, dalam forum tersebut, para masyayikh atau para kiai senior menegaskan satu hal penting. Mereka sepakat bahwa AHWA harus tetap dipertahankan sebagai forum keulamaan. Forum ini, menurut mereka, harus bertumpu pada beberapa hal utama: kedalaman ilmu, keteladanan dalam akhlak, keluasan dalam pengabdian, serta pengakuan atas keulamaan seseorang di lingkungan NU.
Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini sendiri dihadiri oleh banyak tokoh penting. Selain para kiai sepuh dan masyayikh, hadir pula sejumlah tokoh nasional dan kepala daerah dari berbagai wilayah. Beberapa tokoh yang tampak hadir antara lain KH Ma'ruf Amin, mantan Wakil Presiden ke-13 RI, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) selaku Ketua Umum PBNU, dan KH Said Aqil Siradj yang merupakan Ketua Umum PBNU periode 2010-2021. Menteri Agama Prof. KH Nasaruddin Umar juga terlihat hadir, begitu pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, serta Wakil Bupati Kediri.
Pertemuan para kiai sepuh ini menjadi bagian penting dari rangkaian acara, menunjukkan bagaimana tradisi musyawarah dan silaturahim tetap dijaga di tengah forum-forum resmi organisasi. Hal ini menegaskan bahwa kedekatan personal dan kebersamaan tetap menjadi fondasi dalam setiap pengambilan keputusan di tubuh NU.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 Digelar di Kediri
Penambang di Lumajang Luka Bakar Parah Akibat Material Panas Semeru
Qatar Belum Pernah Menang di Piala Dunia, Karma Kontroversi?
Penambang Pasir di Lumajang Terluka 80 Persen Akibat Letusan Sekunder Semeru
Gus Yahya Pastikan Kyai Ma'ruf Amin Hadir di Munas NU Kediri
Frisian Flag Gelar Acara Edukatif di Surabaya, Sambut Antusiasme Keluarga
Berita Terbaru
Pertemuan Kiai Sepuh NU di Kediri: Jaga Keakraban Lewat Silaturahim
Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 Digelar di Kediri
Hotel Piala Dunia 2026: Harga Sempat Meroket, Kini Anjlok
Guler Gagal Gol, 11 Tembakan Tak Berbuah di Piala Dunia 2026
Krisis Chip AI Paksa Apple Naikkan Harga Produk
Pemerintah Beri Diskon Tiket Kereta hingga Kapal untuk Liburan
10 Muharram 2026: Dua Tanggal, Satu Makna Asyura