30 UMKM Perempuan Ikuti Bootcamp Bisnis RupiahCepat

Bima J. · 4 min baca · 1 hari lalu · 64 dibaca
Bisik.id
30 UMKM Perempuan Ikuti Bootcamp Bisnis RupiahCepat

Gambar atau konten salah?

Pelatihan bisnis sering menjadi langkah awal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin mengembangkan usahanya. Hal itu dirasakan langsung oleh peserta program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 yang digagas oleh GROW with RupiahCepat. Dua di antaranya adalah Siti Nurul Hidayah, pemilik Dapoer Katuyung dari Martapura, Kalimantan Selatan, dan Soffariati Ummi Rosyidah, pemilik Nyambelin dari Malang, Jawa Timur.

Setelah mengikuti serangkaian pembekalan dan pendampingan bisnis, keduanya terpilih untuk mewakili komunitas UMKM RupiahCepat dalam Pameran Financial Expo (FinExpo). Acara itu merupakan bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026. Kesempatan ini memberi mereka ruang untuk memperkenalkan produk secara langsung ke masyarakat, menjangkau calon konsumen baru, dan membangun jejaring dengan pelaku usaha lain serta pemangku kepentingan.

Siti Nurul Hidayah mengaku bahwa pengalaman mengikuti pameran FinExpo BIK OJK 2026 sangat berharga bagi Dapoer Katuyung. Ia bisa memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas dan bertemu langsung dengan calon konsumen. "Saya berharap pengalaman ini dapat membuka peluang baru bagi perkembangan usaha kami," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 06 November 2026.

Kesempatan itu merupakan bagian dari rangkaian program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 yang diselenggarakan oleh RupiahCepat melalui inisiatif GROW with RupiahCepat. Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM perempuan meningkatkan kapasitas bisnis, memperkuat strategi pemasaran, dan mengoptimalkan potensi usaha agar bisa berkembang lebih jauh.

Soffariati juga merasakan manfaat dari pembekalan yang diberikan. Menurutnya, materi dan pendampingan selama bootcamp membantunya mengevaluasi kembali strategi bisnis, terutama di bidang pemasaran digital. "Saya bisa menerapkan pembelajaran yang diperoleh untuk mengoptimalkan toko online dan menyusun strategi konten yang lebih efektif. Pengalaman mengikuti program ini juga memberikan perspektif baru untuk mengembangkan usaha ke depannya," kata Soffariati.

Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu diikuti dengan dukungan nyata agar mereka bisa mengembangkan bisnisnya. "Womenpreneurship Business Bootcamp merupakan salah satu program CSR kami di bawah inisiatif GROW with RupiahCepat. Melalui program ini, kami ingin membantu womenpreneurs meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri dalam mengelola serta mengembangkan usahanya," jelas Anna.

Program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 dimulai pada Agustus 2026. Program ini berhasil menjaring lebih dari 270 pendaftar dari 24 provinsi. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 30 womenpreneur dari 14 provinsi terpilih untuk mengikuti rangkaian bootcamp yang berlangsung dari September hingga Oktober 2026.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti empat sesi pelatihan daring. Materi yang diberikan mencakup Business Model Canvas, pengelolaan operasional usaha, optimasi marketplace, serta strategi pemasaran digital dan iklan digital. Pembekalan ini menghadirkan praktisi di bidang kewirausahaan dan pemasaran digital, yaitu Perry Primanda dan Nugraha Andaf.

Untuk memperkuat penerapan materi, peserta juga mendapatkan pendampingan berkala melalui WhatsApp, konsultasi bisnis privat melalui Zoom, serta edukasi literasi keuangan dari RupiahCepat. Edukasi ini mencakup pemanfaatan layanan keuangan digital yang legal, aman, dan bertanggung jawab. Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, peserta didorong untuk menerapkan strategi bisnis yang lebih terarah. Mulai dari menata toko daring, menyusun strategi konten, hingga menentukan kanal pemasaran dan afiliator yang sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, RupiahCepat juga menyalurkan dana bantuan pengembangan usaha senilai lebih dari Rp30 juta kepada 10 womenpreneur terpilih. Penerima bantuan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi akhir program, termasuk kemampuan peserta dalam menyusun rencana pengembangan bisnis yang konkret dan aplikatif.

Berikut adalah 10 penerima bantuan pengembangan usaha:

  1. Aleta Puling, pemilik Almerani, asal Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  2. Azzahra Putri Wahyudi, pemilik Wawind, asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
  3. Kayla Jasmine Panataran, pemilik Wikrama, asal Sleman, DI Yogyakarta.
  4. Novi Risdayanti, pemilik Doyami, asal Palembang, Sumatera Selatan.
  5. Novita Wisudawati, pemilik Pak Ombak, asal Pekanbaru, Riau.
  6. Olya Widowati Putri, pemilik deLollie, asal Gunungkidul, DI Yogyakarta.
  7. Siti Nurul Hidayah, pemilik Dapoer Katuyung, asal Martapura, Kalimantan Selatan.
  8. Soffariati Ummi Rosyidah, pemilik Nyambelin, asal Malang, Jawa Timur.
  9. Tiurlan Anne Frida S, pemilik GKN Jahe Merah, asal Medan, Sumatera Utara.
  10. Umi Rohana, pemilik Rehana Melodi, asal Batu, Jawa Timur.

Penyaluran bantuan ini diharapkan bisa membantu para penerima merealisasikan rencana bisnis yang telah disusun selama bootcamp. Baik untuk meningkatkan kapasitas operasional maupun memperkuat strategi pemasaran dan pengembangan produk. Program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 menjadi bagian dari komitmen RupiahCepat melalui GROW with RupiahCepat dalam mendukung literasi keuangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku UMKM perempuan. Melalui peningkatan kapasitas bisnis, pendampingan, bantuan pengembangan usaha, serta kesempatan memperluas akses pasar, RupiahCepat berharap semakin banyak womenpreneur yang mampu mengembangkan potensi bisnis dan membangun usaha yang berdaya saing.

Program ini menunjukkan bagaimana pelatihan bisnis yang terstruktur, dikombinasikan dengan akses pasar dan bantuan modal, bisa memberikan dampak nyata bagi pengusaha perempuan. Dari 270 pendaftar awal, hanya 30 yang terpilih mengikuti bootcamp, dan 10 di antaranya mendapat bantuan dana. Angka-angka ini menggambarkan proses seleksi yang ketat dan komitmen untuk memberikan dukungan yang terarah, bukan sekadar seremonial belaka.

pelatihan bisnisUMKMwomenpreneurshipbootcampdukungan usahaakses pasarbantuan pengembangan

Komentar

Memuat komentar...