33 Negara Tahan Pangan, Stok Beras RI Aman

Lina F. · 2 min baca · 42 menit lalu · 16 dibaca
Bisik.id
33 Negara Tahan Pangan, Stok Beras RI Aman

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa saat ini ada 33 negara yang mulai membatasi pasokan pangan mereka. Negara-negara itu juga meminta warganya untuk bersiap-siap menghadapi situasi darurat. Semua ini terjadi karena kondisi geopolitik dunia yang semakin memanas.

Namun, Amran menegaskan bahwa stok beras di Indonesia tetap dalam kondisi aman. Ia menjelaskan bahwa dunia sedang mengalami tekanan akibat krisis pangan dan energi. Geopolitik global yang tidak stabil membuat rantai distribusi pasokan di seluruh dunia mengalami kesulitan.

"Itu 33 negara yang menahan pangannya mempersiapkan stok dengan kondisi geopolitik yang memanas. Sehingga distribusi sulit, kemudian angkutan, dan seterusnya. Ini kita jaga, kita konsolidasi, kita jaga," kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu, 8 November 2026.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, Amran memastikan stok pangan Indonesia aman. Ia menyebut bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras. Ini adalah tahun kedua tanpa impor beras.

"Tetapi, alhamdulillah di saat pangan dunia cukup tidak menggembirakan, tidak baik-baik saja, Indonesia adalah masuk tahun kedua tidak impor beras. Sekali lagi, tahun kedua tidak impor beras di pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Kita syukuri. Beras kita, stok kita aman," jelas Amran.

Dalam kunjungan terbarunya ke China, Amran mengaku telah berdiskusi panjang dengan Menteri Pertanian China. Ia menyebut bahwa China tercatat mengimpor sekitar 6 juta ton beras. Karena itu, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama strategis di sektor pangan.

"Kami baru pulang dari Beijing, ketemu Menteri Pertanian Beijing, diskusi panjang lebar. Kita akan kerja sama ke depan memperkuat pangan, karena dunia lagi krisis pangan, krisis energi. Nah, ini kita harus jaga, Indonesia kita harus jaga di mana penduduk kita nomor 4 dunia, 286 juta orang," ujar Amran.

Sebagai informasi, sekitar 33 negara telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menyiapkan stok makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat. Beberapa negara bahkan merekomendasikan persediaan kebutuhan rumah tangga untuk setidaknya 72 jam sebagai langkah antisipasi. Imbauan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan terhadap berbagai risiko seperti konflik geopolitik, bencana alam, cuaca ekstrem, serangan siber yang berdampak pada infrastruktur, hingga terganggunya rantai pasok dan distribusi kebutuhan pokok.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik global benar-benar berdampak pada sektor pangan. Indonesia, dengan populasi terbesar keempat di dunia, harus menjaga ketahanan pangannya sendiri. Keberhasilan tidak lagi bergantung pada impor beras menjadi salah satu pencapaian yang disebut Amran patut disyukuri.

krisis pangan33 negarapembatasan pasokanstok beras amantidak impor berasgeopolitik memanas

Komentar

Memuat komentar...