Pertamina Latih Nelayan Rawat Mesin Kapal

Kartika D. · 3 min baca · 27 menit lalu · 11 dibaca
Bisik.id
Pertamina Latih Nelayan Rawat Mesin Kapal

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina (Persero) memiliki rencana untuk memberikan pelatihan kepada para nelayan. Pelatihan ini fokus pada keterampilan merawat mesin kapal. Tujuannya jelas: membantu aktivitas mereka saat melaut.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyampaikan hal ini. Menurutnya, program pelatihan tersebut merupakan pengembangan lanjutan dari program yang sudah berjalan. Program yang dimaksud adalah Desa Energi Berdikari. Ini adalah bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Arya menjelaskan bahwa pelatihan perawatan mesin ini juga sejalan dengan bisnis utama Pertamina. "Sepertinya nanti kita akan ada program pengembangan lagi untuk bagaimana teman-teman nelayan ini bisa kita latih supaya merawat mesin apa perahunya. Nah, ini kan dekat sekali dengan core business-nya Pertamina. Nah, ini next step," ujar Arya dalam acara Pertamina Talk Episode 3 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis 5 November 2026.

Sejak 2018, Pertamina telah mengembangkan 310 Desa Energi Berdikari (DEB). Program ini mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Selain itu, program ini juga menggerakkan perekonomian masyarakat desa sesuai potensi lokal yang mereka miliki.

Dari program tersebut, Pertamina mencatat adanya nilai tambah ekonomi. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 26 miliar per tahun. Program Desa Energi Berdikari juga telah memberikan manfaat kepada sekitar 283 ribu orang. Manfaat ini dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Nah Desa Energi Berdikari ini saat ini totalnya ada 310 dan tersebar di beberapa tempat, tapi dengan konsep yang beragam," ujar Arya.

Arya menjelaskan lebih lanjut. Program ini berangkat dari temuan para perwira Pertamina yang bertugas di berbagai daerah. Termasuk di wilayah pelosok. Dalam menjalankan tugasnya, mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka melihat berbagai keterbatasan yang dihadapi warga.

Kondisi itulah yang kemudian memunculkan gagasan. Gagasan untuk mengembangkan program yang bisa mendorong masyarakat tumbuh bersama Pertamina. "Keterbatasan-keterbatasan itu menggelitik untuk kami coba bagaimana kita bisa tumbuh bersama. Konsepnya seperti itu. Dan Alhamdulillah teman-teman perwira Pertamina ini jiwa sosialnya luar biasa," ujarnya.

Dalam program ini, Pertamina menggunakan tiga pendekatan. Pertama, membangun kesadaran masyarakat mengenai potensi energi terbarukan. Energi yang tersedia di wilayah mereka sendiri. Yang bisa membuat mereka mandiri atau berdikari.

"Nah kemudian dari situ langkah kedua adalah kita mengajak tokoh-tokoh lokal. Pak Jamal dan teman-teman lainnya untuk bagaimana memanfaatkan energi tadi. Supaya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Nah sampai di situ. Kita melatih teman-teman bahkan ada yang sudah kita sertifikatkan. Sehingga ini menjadi poin ekonomi baru lagi untuk lokal," katanya.

Ketiga, Pertamina mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Tujuannya agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Arya memberikan contoh. Penggunaan tenaga surya dan angin untuk mengoperasikan pendingin. Hasil tangkapan ikan nelayan bisa disimpan lebih lama dengan cara ini.

Program pelatihan perawatan mesin kapal ini adalah langkah baru. Langkah yang menghubungkan kebutuhan nelayan dengan bisnis utama Pertamina. Sebelumnya, program Desa Energi Berdikari sudah berjalan sejak 2018 dan menjangkau 310 desa. Nilai tambah ekonominya mencapai Rp 26 miliar per tahun. Sekitar 283 ribu orang sudah merasakan manfaatnya. Program ini dimulai dari pengamatan para perwira Pertamina di lapangan. Mereka melihat keterbatasan yang ada. Lalu muncul ide untuk tumbuh bersama masyarakat. Tiga pendekatan digunakan: membangun kesadaran, melibatkan tokoh lokal, dan mendorong nilai tambah ekonomi. Pelatihan mesin kapal ini menjadi pengembangan dari pendekatan tersebut.

Pertaminapelatihannelayanperawatan mesinDesa Energi Berdikarienergi terbarukannilai tambah ekonomi

Komentar

Memuat komentar...