33,2% Pekerja RI Tak Penuh Waktu, BPS Rinci Data Terbaru
Gambar atau konten salah?
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru soal ketenagakerjaan di Indonesia. Per Mei 2026, jumlah orang yang bekerja mencapai 148,19 juta jiwa. Dari angka itu, hampir sepertiganya—tepatnya 49,21 juta orang—masuk dalam kategori pekerja tidak penuh. Mereka adalah pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan rinciannya. Dari total penduduk yang bekerja, sebanyak 98,98 juta orang merupakan pekerja penuh. Artinya, mereka bekerja minimal 35 jam per minggu. Jumlah ini naik 391.000 orang jika dibandingkan dengan data Februari 2026.
"Persentase pekerja yang bekerja penuh atau sama dengan atau lebih dari 35 jam per minggu sebesar 66,80% atau sekitar 98,98 juta orang. Proporsi pekerja penuh ini terus mengalami peningkatan sekitar 0,03% dari 66,77% di bulan Februari 2026," kata Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, pada Rabu, 05 Agustus 2026.
Di sisi lain, 49,21 juta orang atau 33,20% dari total pekerja masuk kategori pekerja tidak penuh. Mereka bekerja kurang dari 35 jam per minggu. Kelompok ini terbagi menjadi dua: pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran.
Pekerja paruh waktu mencapai 38,41 juta orang. Angka ini bertambah 72.000 orang dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, setengah pengangguran berjumlah 10,79 juta orang, naik 59.000 orang dari periode sebelumnya.
Apa bedanya? Pekerja paruh waktu bekerja kurang dari 35 jam per minggu, tetapi tidak mencari pekerjaan tambahan. Sedangkan setengah pengangguran juga bekerja di bawah 35 jam per minggu, namun masih aktif mencari pekerjaan lain.
"Di antara pekerja yang tidak penuh, tingkat setengah penganggurannya yaitu pekerja dengan jam kerja di bawah 30 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan mengalami kenaikan menjadi 7,28% dari sebelumnya sebesar 7,27% pada bulan Februari 2026," papar Edy.
Di luar data pekerja tidak penuh, BPS juga mencatat jumlah pengangguran. Ada 7,22 juta orang yang masuk angkatan kerja tetapi belum terserap pasar kerja. Angka ini turun sekitar 24.000 orang dibandingkan Februari 2026.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah pekerja penuh meningkat, masih ada sebagian besar tenaga kerja yang belum mendapatkan jam kerja yang cukup. Kenaikan jumlah setengah pengangguran—meski tipis—menandakan bahwa sebagian pekerja masih berusaha mencari penghasilan tambahan. Sementara itu, penurunan angka pengangguran bisa menjadi sinyal positif, tetapi perlu dilihat apakah penyerapan tenaga kerja ini berkualitas atau hanya bersifat sementara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait