Prabowo Beri Bahlil Nilai Rapor Memuaskan
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kepuasan atas kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Pujian itu diberikan Prabowo saat menghadiri acara peluncuran dan bedah buku berjudul 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia, yang digelar di Djakarta Theatre pada Jumat, 08 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Prabowo meminta Bahlil untuk terus menjalankan tugas pengabdiannya dengan baik. Menurut presiden, pengalaman yang sudah diperoleh selama menjabat bisa dimanfaatkan untuk hasil yang lebih maksimal. "Pak Bahlil teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Ambil manfaat dari apa yang sudah kau pelajari," ujar Prabowo.
Prabowo mengaku tidak mudah memberikan nilai tinggi kepada bawahannya. Ia bahkan bergurau tentang bagaimana ia memandang skala nilai untuk berbagai lembaga negara. "Saya ini termasuk susah kasih nilai. Karena 100 milik yang maha kuasa, 99 dimiliki oleh MPR RI, 98 dimiliki oleh Presiden Indonesia, 97 dimiliki oleh DPR RI. Jadi kalau dapat nilai 91, 92 sudah tinggi itu," kata Prabowo.
Untuk seorang menteri, menurut Prabowo, angka 88 atau 89 sudah tergolong memuaskan. "Kalau menteri dapat 88, 89 oke. Memuaskan," tegasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintahan saat ini baru berjalan dua tahun. Prabowo menyebut periode ini seperti semester pertengahan dalam sebuah perjalanan empat tahunan. "Ini bisa dikatakan semester mid semester, menjelang keempat. Jadi masih ada waktu untuk memperbaiki. Untuk yang lain-lain masih ada waktu memperbaiki nilai," jelasnya.
Hingga saat ini, Prabowo menilai kinerja Bahlil layak mendapat nilai rapor yang memuaskan. "Saya terus menilai pekerjaan beliau, dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor memuaskan," ucap Prabowo dalam acara yang juga dihadiri sejumlah pejabat dan undangan tersebut.
Bahlil Lahadalia sendiri telah menjabat sebagai Menteri ESDM sejak beberapa waktu lalu. Penilaian positif dari presiden ini muncul di tengah berbagai tantangan sektor energi nasional, termasuk isu transisi energi dan ketahanan pasokan. Prabowo mengingatkan bahwa tugas pemerintah masih panjang, sehingga masih ada celah untuk meningkatkan kinerja di masa depan.
Ucapan Prabowo ini memberikan gambaran tentang standar penilaian yang ia terapkan terhadap para menteri di kabinetnya. Dengan candaan tentang angka-angka tinggi yang hanya diperuntukkan bagi lembaga tertinggi negara, ia menunjukkan bahwa nilai memuaskan untuk seorang menteri tidak harus bersaing dengan institusi lain. Fokusnya tetap pada perbaikan berkelanjutan di sisa masa jabatan yang masih panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
