Eddy Soeparno Dorong Transformasi BUMN Berdampak Nyata

Bayu K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Eddy Soeparno Dorong Transformasi BUMN Berdampak Nyata

Gambar atau konten salah?

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mendorong agar transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berlanjut. Tujuannya bukan sekadar untung, tapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Eddy melihat perjalanan BUMN sudah panjang. Dari era Perusahaan Negara (PN), berubah menjadi korporasi modern di bawah Kementerian BUMN, hingga kini menjadi pemain global. Semua itu menunjukkan perubahan besar dalam tata kelola dan kinerja bisnis. Tapi menurutnya, transformasi ini harus masuk ke babak baru. Babak di mana nilai yang diciptakan tidak hanya untuk pemegang saham, tetapi juga untuk masyarakat luas.

"Keberhasilan BUMN memang tercermin dari meningkatnya nilai perusahaan, harga saham, dividen kepada negara, maupun pangsa pasar. Namun pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apakah keberhasilan tersebut juga menghadirkan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial, mengurangi kesenjangan, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup," ujar Eddy pada Jumat, 07 Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan Eddy saat memberi sambutan sebagai Ketua Dewan Juri Kehormatan TJSL & CSR Award BUMN Track 2026. Menurutnya, konsep Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sudah jauh berkembang. Bukan lagi sekadar kegiatan filantropi atau bantuan sosial yang sifatnya sesaat. Sekarang, TJSL adalah bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.

"BUMN harus tampil sebagai agent of change sekaligus agent of social justice. Kehadiran BUMN harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ekonomi rakyat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," tegasnya.

Eddy, yang juga Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa dunia usaha sedang menghadapi perubahan paradigma besar. Keputusan investasi tidak lagi hanya melihat indikator keuangan. Kini, kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan—atau yang dikenal dengan ESG (Environmental, Social, and Governance)—juga menjadi pertimbangan utama.

Isu-isu seperti perubahan iklim, efisiensi energi, transisi ke energi bersih, pengelolaan limbah, hingga jejak karbon perusahaan, kini menjadi indikator yang diperhatikan investor global. "Hari ini investor tidak hanya melihat besarnya earning per share, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola carbon footprint-nya. Kinerja lingkungan kini menjadi faktor yang memengaruhi nilai perusahaan, daya saing, bahkan keputusan investasi," jelas Eddy.

Karena itu, ia menilai implementasi TJSL harus terintegrasi dengan strategi ESG perusahaan. Dengan begitu, program-program tersebut bisa menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. "Program TJSL adalah investasi jangka panjang yang memperkuat reputasi perusahaan, meningkatkan kepercayaan investor, menjaga keberlanjutan bisnis, sekaligus memperbesar nilai perusahaan di masa depan," ujarnya.

Wakil Ketua Umum PAN ini mengapresiasi penyelenggaraan TJSL & CSR Award BUMN Track 2026. Menurutnya, ajang ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pendorong lahirnya praktik-praktik terbaik tanggung jawab sosial perusahaan di lingkungan BUMN. "Ke depan, keberhasilan BUMN harus diukur melalui tiga dimensi sekaligus, yaitu kinerja ekonomi yang sehat, manfaat sosial yang nyata, dan kualitas lingkungan yang terus terjaga. Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama bagi BUMN untuk terus tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara," tutup Eddy.

Pandangan Eddy ini menekankan bahwa ukuran kesuksesan BUMN ke depan tidak bisa lagi hanya dilihat dari angka-angka di laporan keuangan. Dampak sosial dan lingkungan menjadi sama pentingnya. Ini sejalan dengan tren global di mana investor dan publik semakin menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab tidak hanya pada keuntungan, tetapi juga pada planet dan manusia.

transformasi BUMNTJSLESGkeberlanjutandampak sosiallingkunganinvestasi jangka panjang

Komentar

Memuat komentar...