42 Juta Pengguna Livin' Bukti Perubahan Cara Nasabah Urus Keuangan

Fitri A. · 3 min baca · 1 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
42 Juta Pengguna Livin' Bukti Perubahan Cara Nasabah Urus Keuangan

Gambar atau konten salah?

Sudah hampir lima tahun sejak Livin' by Mandiri hadir. Aplikasi perbankan digital ini mengubah cara orang berurusan dengan bank. Jumlah pengguna terdaftar mencapai 42,1 juta pada Agustus 2026. Angka itu menunjukkan kepercayaan masyarakat.

Dari sepuluh nasabah baru, sembilan di antaranya membuka rekening langsung lewat Livin'. Kontribusinya terhadap total saldo tabungan Bank Mandiri juga besar. Sekitar 89 persen saldo berasal dari nasabah Livin'. Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini bukti pergeseran kebiasaan.

Yanto Masyap, SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri, menjelaskan perubahan itu. "Selama hampir lima tahun ini, kami melihat perubahan kebutuhan nasabah dari yang awalnya fokus pada kemudahan bertransaksi, kini bergerak menuju pengelolaan aset dan pencarian solusi pembiayaan yang paling menguntungkan bagi nasabah," katanya dalam keterangan resmi, Kamis 1 Oktober 2026.

Banyak orang berpikir investasi hanya untuk yang punya uang lebih. Pembiayaan hanya saat tidak punya aset. Yanto bilang, tidak harus begitu. "Inovasi yang sekarang kami hadirkan di Livin' membuat nasabah tidak hanya mudah berinvestasi, tetapi juga dapat menggunakan aset investasinya sebagai solusi untuk mendapatkan pembiayaan yang mendukung berbagai tujuan finansial nasabah," imbuhnya.

Fitur baru memungkinkan nasabah menggunakan SBN Perdana atau SBN Sekunder sebagai agunan kredit. Butuh dana segar? Tidak perlu mencairkan investasi. Instrumen tetap berjalan, imbal hasil tetap mengalir. Deposito juga bisa dijadikan cash collateral. Pengajuan Kredit Agunan SBN dan Kredit Agunan Deposito bisa dilakukan dari Livin'. Cepat. Mudah. Tanpa perlu ke cabang. Tanpa dokumen tambahan.

Sebaliknya, nasabah juga dimudahkan mengambil pembiayaan untuk aset yang ingin dibeli. Contohnya Livin' KPR. Nasabah bisa mencari rumah baru dari top developer di katalog Livin'. Atau mengajukan kredit rumah second. Bedanya, Livin' KPR tidak sekadar menyediakan kalkulator dengan asumsi. Sistem benar-benar mengecek kesanggupan nasabah secara detail. Hasil simulasi langsung menjadi penawaran kredit. Setelah punya rumah, nasabah juga bisa mengambil dana tunai dengan mengagunkan rumah tersebut.

"Livin' telah mengintegrasikan berbagai instrumen investasi, sehingga nasabah tidak perlu berpindah platform. Nasabah dapat memulai investasi Reksa Dana dengan modal yang sangat terjangkau mulai dari Rp10 ribu, berpartisipasi dalam pendanaan negara melalui instrumen SBN Perdana maupun SBN Sekunder, hingga melakukan transaksi saham. Seluruh instrumen tersebut terintegrasi dengan rapi dalam portofolio Livin', sehingga nasabah dapat memantau dan mengelola seluruh kekayaannya di satu tempat," lanjut Yanto.

Menjelang HUT ke-28 Bank Mandiri pada 2 Oktober 2026, perjalanan Livin' mencerminkan evolusi layanan perbankan. Bank Mandiri adalah bagian dari Ekosistem Danantara. Melalui Livin', mereka menghadirkan pengalaman finansial yang lebih relevan.

"Inovasi teknologi yang kami hadirkan di Livin' bukan sekadar tentang kecanggihan sistem, melainkan tentang bagaimana kami bisa memberikan dampak yang nyata. Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra finansial yang adaptif, mendampingi nasabah melalui setiap fase kehidupannya agar kita bisa terus tumbuh bersama mewujudkan masa depan finansial yang lebih baik. Nantikan berbagai inovasi yang akan segera kami hadirkan," pungkas Yanto.

Perubahan ini menunjukkan bagaimana aplikasi perbankan tidak lagi sekadar alat transaksi. Livin' berevolusi menjadi platform pengelola kekayaan. Nasabah bisa berinvestasi, mengajukan kredit, dan memantau semuanya dalam satu genggaman. Modal investasi reksa dana mulai Rp10 ribu. SBN bisa jadi agunan. Deposito bisa jadi jaminan. Semua terintegrasi. Tidak perlu berpindah-pindah aplikasi. Tidak perlu antre di cabang. Ini pergeseran fundamental dalam hubungan nasabah dengan bank.

Livin' by Mandiriaplikasi perbankan digitalpengelolaan asetpembiayaaninvestasikredit agunanSBN

Komentar

Memuat komentar...