5 Kesalahan Berjalan Kaki yang Bisa Mengganggu Kesehatan
Gambar atau konten salah?
Berjalan kaki sering dianggap sekadar aktivitas sederhana, namun bagi banyak orang ia menjadi cara terbaik untuk menjaga tubuh tetap aktif dan pikiran tetap jernih. Namun, bila tidak dilakukan dengan benar, jalan kaki justru dapat menimbulkan risiko yang lebih besar daripada manfaatnya.
Menurut penulis buku Walk, Dr. Milica McDowell, “Berjalan kaki memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa untuk kesejahteraan Anda hari ini dan umur panjang Anda di masa depan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa “Berjalan kaki meningkatkan setiap sistem dalam tubuh Anda - usus, muskuloskeletal, kesehatan mental, hormon Anda - sehingga memiliki kekuatan luar biasa untuk membantu mengoptimalkan kondisi Anda.” Dari perspektif ini, jalan kaki tidak hanya sekadar aktivitas fisik, melainkan juga proses penyelarasan berbagai fungsi tubuh.
Keunggulan lainnya adalah sifatnya yang low impact dan intensitas rendah. Aktivitas ini membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kreativitas, serta mengurangi stres. Meski begitu, ada beberapa kesalahan umum yang dapat meminimalkan efek positifnya.
Berikut lima kesalahan yang sering terjadi saat berjalan kaki, beserta penjelasan Dr. McDowell tentang bagaimana menghindarinya:
- Jalan kaki sambil menggunakan handphone
Berjalan sambil scrolling layar ponsel sangat berbahaya. “Anda bisa menginjak lubang di jalan. Anda bisa tertabrak mobil. Anda bisa tersandung sesuatu. Anda bisa menabrak seseorang,” ia menyatakan. Aktivitas ini membuat leher berada dalam posisi menunduk, sehingga kepala terasa lebih berat. Bagi yang sering mengalami nyeri leher, punggung, atau bahu, hal ini dapat memperparah kondisi.
- Menggunakan sepatu yang salah
McDowell merekomendasikan sepatu khusus berjalan kaki. Sepatu tersebut memberi ruang lebar di depan jari-jari kaki, sehingga setiap jari dapat bergerak bebas. Ruang antar jari memicu otot kaki lebih banyak beraksi, menciptakan pola berjalan yang lebih sehat.
- Rutinitas tidak seimbang
Walaupun berjalan kaki melibatkan otot-otot penting untuk stabilitas, ia bukan satu-satunya bentuk olahraga. Menambahkan latihan kekuatan dan gerakan lain dapat mencegah cedera, meningkatkan keseimbangan, serta membangun kebugaran. “Suatu pilar kesehatan mencakup minum air yang cukup, mengonsumsi nutrisi yang sehat, dan tidur yang cukup - dan berjalan kaki dapat ditambahkan ke aktivitas lainnya,” jelasnya.
- Kecepatan berjalan tidak dipertimbangkan
Kecepatan berjalan dianggap tanda vital kesehatan. Jika kecepatan menurun, hal itu bisa menjadi indikasi kondisi kesehatan yang mendasari hingga tujuh tahun sebelum muncul. Kebanyakan orang berjalan sekitar 90–100 langkah per menit. McDowell menyarankan peningkatan kecepatan menjadi 120–130 langkah per menit untuk memperoleh manfaat lebih tinggi, termasuk pembakaran kalori lebih banyak. “Itu bisa menjadi tempat di mana Anda mendapatkan hasil yang lebih tinggi, termasuk lebih banyak kalori yang terbakar, jika Anda sedang dalam perjalanan menurunkan berat badan,” tambahnya.
- Inconsistency dalam rutinitas
Konsistensi penting. Berjalan kaki setiap hari memberikan manfaat lebih dibandingkan hanya satu atau dua kali seminggu. “Jangan menetapkan patokan 10.000 langkah per hari. Itu hanyalah mitos pemasaran. Lakukan saja dan temukan jumlah langkah yang cocok untuk Anda, mungkin antara 5.500 dan 7.500,” sarannya. McDowell menegaskan bahwa setiap perjalanan jalan kaki harus efisien. “Anda tidak perlu memaksakan diri di gym. Anda tidak perlu sampai berkeringat deras. Ini adalah sesuatu yang dapat Anda lakukan dalam jangka waktu tertentu sepanjang hari, 'camilan' kecil yang semuanya akan memberikan hasil, atau Anda dapat berjalan kaki lebih lama tergantung pada waktu yang tersedia.”
Dengan memahami lima kesalahan ini, seseorang dapat menyesuaikan kebiasaan berjalan kaki agar lebih aman dan efektif. Menjaga lingkungan sekitar, memakai sepatu yang tepat, menambah variasi latihan, memperhatikan kecepatan, dan menjaga konsistensi adalah kunci utama.
Dalam praktik sehari‑hari, banyak orang masih menganggap jalan kaki sebagai aktivitas sekadar berjalan. Namun, ketika dilihat lewat lensa ilmiah dan pengalaman praktis Dr. McDowell, jalan kaki memang memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Dengan menerapkan saran-saran sederhana ini, setiap langkah dapat menjadi kontribusi positif bagi kebugaran jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan