5 Menu Sarapan Ini Kurang Baik untuk Usus
Gambar atau konten salah?
Sarapan dianggap sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Memberikan energi untuk memulai aktivitas setelah berpuasa semalaman. Namun, pemilihan menu sarapan harus diperhatikan karena beberapa makanan populer justru bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan pencernaan.
Seorang ahli gastroenterologi dari Amerika Serikat, dr. Pal Manickam, memaparkan beberapa menu sarapan umum yang sebaiknya dihindari demi kesehatan usus. Informasi ini diungkapkannya pada 16 Maret.
Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat sarapan:
- Roti Tawar dengan Olesan. Roti tawar putih sering menjadi pilihan karena praktis dan mudah disiapkan dengan mentega atau selai. Masalahnya, roti tawar putih didominasi karbohidrat olahan dan minim serat. Penambahan selai dan mentega dapat menambah asupan gula dan lemak, memicu lonjakan gula darah. Efeknya, rasa lapar bisa kembali muncul hanya dalam waktu satu jam.
- Mie Instan. Praktis dan murah, mie instan sering dipilih untuk sarapan. Walaupun mengenyangkan sementara, mie instan tinggi akan kandungan natrium dan zat tambahan. Menurut dr. Manickam, mie instan tidak memberikan asupan protein atau serat yang dibutuhkan tubuh dan hanya menjadi beban bagi usus.
- Sereal Manis dengan Susu. Sereal kemasan yang sering dinikmati bersama susu tampak sebagai pilihan cepat. Sayangnya, banyak sereal jenis ini dilapisi gula tambahan dan karbohidrat olahan. Penambahan susu saja tidak cukup untuk menyeimbangkan ketidakseimbangan nutrisi yang ada dalam sereal tersebut.
- Jus Buah Kemasan. Meskipun berlabel buah, jus kemasan seringkali mengandung gula tambahan dan bahan pengawet. Minuman ini berpotensi menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat dan tidak menyediakan serat yang memadai. Jika ingin mengonsumsi jus saat sarapan, lebih baik membuatnya sendiri di rumah tanpa tambahan gula.
- Daging Olahan. Konsumsi daging olahan seperti sosis saat sarapan mungkin mengenyangkan dengan cepat. Namun, makanan jenis ini memiliki kadar garam dan bahan pengawet yang tinggi. Asupan tinggi garam dan lemak jenuh ini buruk bagi usus, berpotensi menyebabkan iritasi pada lapisan lambung dan memicu peradangan.
Penting untuk memilih sarapan yang seimbang. Energi yang didapat dari sarapan haruslah berasal dari nutrisi yang mendukung fungsi pencernaan sepanjang hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lalat Parasit Baru Menyerang Sapi di Texas, Dampak Ekonomi
Frisian Flag Indonesia Dorong Keluarga Minum Susu Sehari
Kejahatan Donor Sperma Ilegal Robert Albon Tertangkap
Singapura Jadi Blue Zone, Harapan Hidup 84 Tahun di Singapura
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Tendon Achilles Menjadi Penanda Kolesterol Tinggi Kesehatan
Berita Terbaru
Pilot Digitalisasi Bantuan Sosial Gianyar Pakai Parlinsos
Afni‑Syamsurizal: Tahun Pertama Menurunkan Utang Siak
Medan Gelar Gemes 27‑30 Juni 2026 Rp 2,5 Miliar APBD 2026
Pengumuman Hasil Seleksi SPMB Sumsel 2026/2027: Tanggal 6 Juni
Bulan Muharram: Larangan dan Amalan yang Harus Diikuti
Persela Lamongan Rekrut Statistik Sukses, Siap Liga 2 2026
Indonesia 3-0 Timor Leste, Poin Lengkap Grup A AFF U-19 2026
I Wayan Sutama: Dari Peternak Jadi Pengusaha Bengkel Mobil
