7-Eleven Gugat Nike Soal Warna Sepatu

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
7-Eleven Gugat Nike Soal Warna Sepatu

Gambar atau konten salah?

Sebuah sengketa merek dagang yang tidak biasa kini terjadi antara raksasa ritel 7-Eleven dan perusahaan sepatu olahraga Nike. Pusat permasalahannya? Warna-warna pada sepatu Nike Air Max 95 edisi terbaru.

7-Eleven, jaringan minimarket yang sudah beroperasi sejak 1927, menggugat Nike ke pengadilan federal di Dallas, Texas, pada 2 Juli 2026. Mereka mengklaim bahwa kombinasi warna oranye, hijau, dan merah yang digunakan pada sepatu tersebut terlalu mirip dengan identitas visual mereka yang sudah ikonik selama puluhan tahun.

Gugatan ini diajukan hanya beberapa hari sebelum jadwal peluncuran sepatu tersebut, yaitu pada 11 Juli 2026. Tanggal itu bertepatan dengan perayaan tahunan 7-Eleven Day, sebuah momen yang biasanya diisi dengan berbagai promosi seperti pembagian minuman Slurpee gratis di gerai-gerai yang berpartisipasi.

Menurut laporan dari Mothership pada 6 Juli 2026, 7-Eleven menilai desain Air Max 95 menampilkan tiruan yang membingungkan. Motif garis tiga warna milik perusahaan ritel itu, menurut mereka, telah ditiru secara jelas. Kekhawatiran utama 7-Eleven adalah konsumen bisa saja mengira sepatu tersebut merupakan hasil kolaborasi resmi atau mendapat dukungan dari pihak mereka. Padahal, tidak pernah ada kerja sama apa pun dengan Nike terkait produk tersebut.

7-Eleven bahkan menuduh desain itu sengaja dibuat untuk mengelabui publik. Mereka juga menyoroti sejumlah pemberitaan yang menyebut desain sepatu tersebut terinspirasi dari identitas visual 7-Eleven. Kombinasi warna oranye, hijau, dan merah bukan hanya digunakan pada papan toko, tetapi juga sudah lama diterapkan pada materi promosi, merchandise, alas kaki, makanan, dan berbagai produk lain yang telah didaftarkan sebagai merek dagang oleh perusahaan.

Dalam isi gugatan, 7-Eleven mengaku sudah beberapa kali berupaya menyelesaikan persoalan ini di luar pengadilan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Nike, menurut 7-Eleven, tetap berencana melanjutkan promosi dan peluncuran sepatu sesuai jadwal.

"Kami harus bertindak cepat dan tegas karena adanya penggunaan merek kami tanpa izin, terlebih peluncuran dilakukan bertepatan dengan hari jadi 7-Eleven," tulis pernyataan perusahaan dalam gugatan tersebut.

Melalui gugatan ini, 7-Eleven meminta pengadilan untuk menghentikan penjualan Air Max 95, menarik produk yang sudah terdistribusi, serta memberikan ganti rugi dan keuntungan penjualan yang diperoleh Nike dari produk tersebut. Hingga laporan ini diterbitkan, Nike belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari media Reuters.

Kasus ini menyoroti betapa ketatnya perlindungan merek dagang, bahkan untuk elemen sesederhana kombinasi warna. Bagi 7-Eleven, warna-warna itu bukan sekadar hiasan, melainkan aset bisnis yang telah dibangun selama hampir satu abad. Peluncuran sepatu yang bertepatan dengan hari jadi mereka semakin memperkuat dugaan bahwa Nike sengaja memanfaatkan momen tersebut, meskipun belum ada konfirmasi dari pihak Nike sendiri.

7-ElevenNikesengketa merek dagangAir Max 95kombinasi warnagugatanpeluncuran sepatuidentitas visual

Komentar

Memuat komentar...