Neymar Pensiun dari Timnas Usai Kalah Piala Dunia, Kena Gugatan Koki

Tika M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Neymar Pensiun dari Timnas Usai Kalah Piala Dunia, Kena Gugatan Koki

Gambar atau konten salah?

Neymar kembali menjadi perbincangan hangat. Bukan karena aksinya di lapangan hijau, melainkan karena kabar pensiun dari tim nasional Brasil dan gugatan hukum dari mantan koki pribadinya.

Pemain berusia 34 tahun itu mengumumkan pensiun dari timnas Brasil setelah kekalahan melawan Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekecewaan tampak jelas. Neymar dan rekan-rekannya menangis, berdoa dengan tangan gemetar. "Saya sudah mencoba. Saya sudah mencoba. Sekarang sudah selesai. Saya memulai di sini, dan akan mengakhirinya di sini," ucapnya usai pertandingan.

Di luar dunia sepak bola, Neymar juga menghadapi masalah hukum. Seorang mantan koki pribadi menggugatnya. Gugatan ini diajukan di pengadilan tenaga kerja Brasil. Koki wanita itu, yang identitasnya tidak diungkap, mengaku mengalami masalah punggung dan peradangan pada pinggul. Semua itu terjadi setelah berbulan-bulan bekerja tanpa henti.

Kontrak kerjanya menyebutkan jam kerja sekitar 10 jam sehari. Mulai pukul 7 pagi hingga 5 sore dari Senin sampai Kamis. Lalu pukul 7 pagi hingga 4 sore pada hari Jumat. Namun, dalam gugatan disebutkan bahwa jam kerja itu sering diabaikan. Koki tersebut mengaku lembur jauh melebihi kesepakatan. Total jam kerjanya seringkali lebih dari 14 jam sehari.

Ia juga sering tinggal hingga larut malam. Tugasnya menyiapkan makanan untuk 150 orang. Makanan itu dihidangkan untuk Neymar dan teman-temannya.

Koki itu bekerja di rumah mewah Neymar di Mangaratiba, Rio de Janeiro. Rumah itu dikenal sebagai Casa Hotel Portobello. Ia bekerja dari Juli tahun lalu hingga Februari tahun ini. Ia dipekerjakan melalui perusahaan pihak ketiga. Tugasnya memasak di kediaman utama Neymar. Ia juga ditempatkan di kompleks Condomínio Portobello yang berdekatan.

Dalam gugatan, ia mengungkapkan pernah membawa potongan daging dengan berat rata-rata 10 kilogram. Tugas sehari-harinya mengharuskannya terus memantau lemari es. Ia juga harus memuat dan menurunkan banyak barang belanjaan dari supermarket. Ia berdiri dalam waktu lama. Hal inilah yang menurutnya menyebabkan cedera punggung dan pinggul. Koki tersebut bahkan harus menjalani pemeriksaan dan konsultasi medis.

Gugatan itu meminta Neymar menanggung biaya pengobatan dan membayar tunjangan nafkah. Gaji resminya sekitar £566 (Rp13,5 juta) per bulan. Namun, dengan perhitungan lembur dan bonus, ia biasanya mendapatkan sekitar £1062 (Rp25,4 juta).

Total tuntutannya mencapai £37.000 (Rp887,9 juta). Tuntutan itu ditujukan kepada Neymar dan perusahaan outsourcing yang mempekerjakannya. Gugatan tersebut mencakup pesangon, kontribusi FGTS, lembur, waktu istirahat yang terlewat, ganti rugi moral, biaya pengobatan, dan tunjangan nafkah.

Perwakilan Neymar menolak berkomentar ketika dihubungi.

Kasus ini menyoroti sisi lain dari kehidupan seorang bintang sepak bola. Di balik kemewahan dan popularitas, ada tuntutan hukum yang serius terkait hak-hak pekerja. Ini bukan pertama kalinya seorang atlet terkenal menghadapi gugatan dari mantan karyawan. Persoalan jam kerja dan kondisi kerja yang tidak manusiawi menjadi inti dari kasus ini.

Neymarpensiuntimnas Brasilgugatan hukummantan kokijam kerjahak pekerja

Komentar

Memuat komentar...