ADB Proyeksi Ekonomi RI 5,2%, Inflasi Naik ke 3,3%
Gambar atau konten salah?
Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di kawasan Asia Pasifik mencapai 5% pada tahun ini. Angka tersebut kemudian diproyeksikan naik tipis menjadi 5,1% pada tahun 2027.
Untuk Indonesia, ADB dalam laporan Asian Development Outlook edisi September 2026 yang dirilis pada Rabu, 23 September 2026, mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% untuk tahun 2026 dan 2027. Angka ini tidak berubah dari laporan sebelumnya pada Juli.
Namun, perkiraan inflasi Indonesia justru mengalami kenaikan. Untuk tahun 2026, ADB memperkirakan inflasi naik dari 3,0% menjadi 3,3%. Sementara untuk tahun 2027, proyeksi inflasi meningkat dari 2,5% menjadi 3,0%.
Dua faktor global disebut menjadi penyebab utama perubahan proyeksi ini. Siklus iklim El Nino yang ekstrem dan krisis energi yang berkepanjangan akibat perang membayangi perekonomian Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Presiden ADB Masato Kanda dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, El Nino yang semakin kuat membawa kondisi lebih kering. Akibatnya, hasil panen lebih kecil dan pembangkit listrik tenaga air berkurang. "Ini mendorong harga pangan dan energi lebih tinggi, dan paling berdampak pada kelompok yang paling rentan," ujarnya.
Kanda menambahkan, krisis energi yang berkepanjangan dan risiko baru di pasar keuangan membuat pemerintah perlu mempersiapkan dan melindungi masyarakat yang paling rentan. ADB menyatakan sangat mendukung upaya tersebut.
Di sisi lain, investasi yang kuat, stimulus pemerintah, dan ekspor teknologi yang didorong oleh siklus investasi kecerdasan buatan (AI) global turut mendukung pertumbuhan di Asia Pasifik. Hal ini terjadi meskipun ketegangan geopolitik dan El Nino yang menguat mendorong kenaikan harga energi dan pangan.
Secara keseluruhan, proyeksi ADB menunjukkan bahwa ekonomi Asia Pasifik masih tumbuh meskipun dihadapkan pada tekanan inflasi dan risiko iklim. Indonesia sendiri dipandang cukup stabil dengan pertumbuhan 5,2% dalam dua tahun ke depan, namun inflasi tetap perlu diwaspadai terutama dampaknya terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
DPR Desak OJK Tinjau Ulang Aturan PIP Perbankan
Luas KEK Indonesia Tertinggal Jauh dari Vietnam dan Malaysia
50 Ribu Buruh Akan Demo ke Istana Kamis Besok
1.212 Hektare Terbakar, 409 Penerbangan Terganggu Akibat Karhutla
Produktivitas Padi Petani Indramayu Naik 11 Ton per Hektare
El Nino Keringkan Sungai, PLTA Kehilangan 650 MW