Alumni ITB Diduga Palsu Riset di Konferensi Internasional

Maya K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Alumni ITB Diduga Palsu Riset di Konferensi Internasional

Gambar atau konten salah?

Prihantini, seorang alumni Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020, menjadi sorotan setelah tuduhan mempresentasikan riset palsu di konferensi internasional International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISSPD) yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, pada 17–21 Mei 2026.

ITB merespons dengan cepat. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 28 Mei 2026, fakultas menegaskan, "Saudari Prihatini merupakan alumni Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 dan telah lulus pada tahun 2022," kata Dekan FMIPA, Aep Patah, SSi, MSi, PhD.

Menjelaskan lebih lanjut, Aep Patah menyatakan bahwa materi yang dipresentasikan oleh Prihantini di konferensi tersebut tidak berhubungan dengan tesis atau aktivitas akademik di ITB. Ia menambahkan bahwa "Tindakan Saudari Prihatini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu. Dengan demikian jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud," tegasnya.

ITB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di ranah penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab. Fakultas menegaskan bahwa setiap anggota komunitas akademik harus mematuhi standar etika yang tinggi, dan bahwa institusi ini akan menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran dengan prosedur yang transparan.

LPDP, lembaga pengelola dana pendidikan, juga membuka suara. Menanggapi informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pelanggaran integritas akademik pada konferensi ISSPD 2026, LPDP menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan etika akademik. LPDP tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran dalam aktivitas ilmiah.

LPDP menyatakan, "Sehubungan dengan hal tersebut, LPDP saat ini masih perlu mendalami dan menelaah informasi yang beredar, termasuk melakukan verifikasi terhadap data dan fakta yang relevan. Berdasarkan pengecekan awal data internal, yang bersangkutan atas nama Prihantini tercatat sebagai alumni penerima beasiswa LPDP yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022," ujar Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M Lukmanul Hakim.

LPDP akan melakukan penelaahan lebih lanjut terkait kepatuhan terhadap kewajiban kontrak beasiswa serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk perguruan tinggi, guna memperoleh kejelasan yang komprehensif. Hasil dari proses pendalaman ini akan menjadi dasar bagi LPDP dalam menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. LPDP mengapresiasi perhatian publik dan berkomitmen untuk terus menjaga akuntabilitas serta kehormatan komunitas akademik Indonesia di tingkat global.

Alasan dugaan riset palsu muncul setelah akun Instagram mahasiswa Indonesia, Wa Ode Dwi Daningrat, yang sedang mengambil S3 di Oxford University, mengungkapkan dugaan adanya manipulasi data dan identitas peneliti. Dwi mengizinkan pihak media untuk mengutip seluruh pernyataannya, yang menyoroti ketidaksesuaian antara nama penulis dan nama yang muncul dalam poster konferensi.

Prihantini dikabarkan mengirimkan empat judul penelitian ke ISSPD. Berikut daftar lengkapnya:

1. Deep Reinforment Learning Guided Scheduling of Flagellin and Antibiotics For Precision Host-Directed Therapy in Pneumococcal Pneumonia
2. Global Data Mining of Resistant Pneumococcal Sepsis Transcriptomes Identifies Conserved Stress Modules Linking Virulence, Metabolism, and Vulnerability Axes
3. Multiscale Mathematical Modeling of Influenza-Pneumococcal Superinfection to Define Optimal Timing for Flagellin Host-Directed Therapy
4. Deep Learning Integration of Innate Lymphoid Cell States, Lung Transcriptomic Programs, and Cross-Vivarium Microbiota Predicts Interleukin-22-Dependent Disease Severity in Pneumococcal Pneumonia
5. Multi-Strain Machine Learning Identifies Transcriptomic Combination Vulnerabilities in Multidrug-Resistant Streptococcus Pneumoniae

Menurut laman ISSPD, keempat judul riset tersebut diklaim dikerjakan bersama Rifaldy Fajar dan Rini Winarti. Prihantini dan Rifaldy menggunakan nama AI-Biomedicine Research Group, IMCDS-Biomed Research Foundation, Jakarta sebagai institusi asal, sementara Rini Winarti memakai nama Departemen Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta. Poster-poster tersebut dipresentasikan dalam sesi konferensi.

Selain isi penelitian, identitas pemateri juga memicu tanda tanya. Dalam sesi presentasi yang dijadwalkan atas nama "Riana Dwi Kurniawati" dengan judul “Urban Heat Islands and Ageing Lung Vulnerability: Mapping Pneumococcal Pneumonia Risk and Climate-Exposed Older Adult Hotspots in LMIC Megacities”, seorang perempuan disebut tampil membawakan materi dan memperkenalkan diri menggunakan nama tersebut. Namun, sepuluh menit kemudian di sesi yang berbeda, perempuan tersebut berganti jilbab dan menggunakan identitas atas nama "Dimas Fajar Prasetyo" untuk penelitian “AI-Fused Satellite Climate, Urban Heat and PCV Uptake to Prioritise Pneumococcal Booster Strategies for Frail Older Adults in LMIC Megacities”. Menurut Dwi, pemateri ini mengenalkan dirinya dengan nama “Dimas”.

Setelah Dwi menelusuri lebih lanjut, terungkap bahwa pemateri tersebut sebenarnya bernama Prihantini, namun tidak tercatat dalam daftar penulis di penelitian-penelitian yang dipresentasikannya. Hal ini menambah kompleksitas kasus, karena nama yang muncul di poster tidak konsisten dengan identitas asli peneliti.

Kasus ini menyoroti pentingnya verifikasi data dan identitas dalam publikasi ilmiah. Meskipun ITB dan LPDP belum menemukan bukti konkret mengenai pelanggaran, kedua lembaga tetap menegaskan komitmen mereka untuk menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran integritas akademik dengan prosedur yang jelas dan transparan. Keputusan akhir akan bergantung pada hasil investigasi lebih lanjut, baik dari pihak akademik maupun lembaga beasiswa, serta proses hukum yang mungkin akan dilaksanakan.

PrihantiniITBLPDPISSPDriset palsuintegritas akademikverifikasi datapenerima beasiswa

Komentar

Memuat komentar...