Gubernur Koster Terjunkan Ribuan Mahasiswa ke Desa
Gambar atau konten salah?
Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Bali akan diterjunkan ke desa-desa untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka menjadi bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera 2026 yang resmi diluncurkan.
Peluncuran berlangsung di Art Center, Denpasar, pada Rabu, 15 Juli 2026. Acara itu dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan disaksikan oleh ribuan mahasiswa.
Koster menegaskan bahwa peluncuran program ini bukan sekadar seremoni. Ia menyebutnya sebagai langkah konkret untuk mewujudkan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi itu dijalankan melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru.
"Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau di kawasan pariwisata saja, melainkan tumbuh subur dari akar rumputnya yaitu dari desa," kata Koster dalam pidatonya.
Menurut Koster, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan visi pembangunan Bali. Ia menyebut peran masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga media sangat dibutuhkan.
"Inilah semangat kolaborasi yang hari ini kita bangun melalui program pengabdian masyarakat yaitu Desa Kerthi Bali Sejahtera," ungkap Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng itu.
Koster memaparkan bahwa desa merupakan fondasi utama Bali. Dari desa, kebudayaan dirawat, alam dijaga, dan manusia dibentuk. Ia juga menyebut perguruan tinggi memiliki peran penting melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk melahirkan sumber daya manusia unggul.
"Sekaligus menghasilkan berbagai inovasi yang dapat menjadi solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan," jelasnya.
Koster mengingatkan para mahasiswa bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik. Menurutnya, KKN merupakan bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat untuk mendengar, memahami, dan bekerja sama dengan warga.
Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu memecahkan berbagai persoalan dengan bekal keilmuan yang diperoleh di kampus. Mahasiswa dituntut inovatif, berjiwa pemimpin, memiliki integritas, peduli sosial, serta menjunjung semangat gotong royong.
Koster berharap seluruh mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata bagi masyarakat.
Program ini menempatkan desa sebagai pusat pembangunan, bukan sekadar pelengkap dari kawasan perkotaan atau pariwisata. Dengan melibatkan ribuan mahasiswa, pemerintah berharap inovasi dan solusi terhadap masalah pembangunan bisa langsung dirasakan oleh warga desa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Layanan Kontak Bupati Badung Diperluas hingga Desa
Rp107 M untuk Rehab 131 SD di Gianyar
Indosat Resmi Luncurkan Jaringan 5G di Bali dan Lombok
Bupati Klungkung Mutasi Besar, Kadispar Diisi Eks Kadinsos
Minat SMA Negeri Menurun, SMAN 1 Marga Hanya Kantongi 45 Siswa Baru
Tiga Tahun Suu Kyi Hilang, Hidup atau Mati?
Berita Terbaru
Gubernur Koster Terjunkan Ribuan Mahasiswa ke Desa
Layanan Kontak Bupati Badung Diperluas hingga Desa
Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, Beralih ke Investasi
Kapal Mati Mesin di Selayar, 40 Penumpang Belum Dievakuasi
5 Contoh Pidato Upacara 17 Agustus 2026
Kerangka di Hutan, Keluarga Yakin Itu Adik Nuryanah
Dedi Mulyadi Jadi Kakek, Menantu Lahirkan Bayi Perempuan
Dua Siswa Baru, SDN Bedug Tetap Belajar
6 Jabatan Eselon II Jatim Masih Kosong, Proses Seleksi Berjalan
205 Kebakaran di Jawa Tengah, 37 di Antaranya Hutan dan Lahan