Amran ke Alor: Target Kemiskinan Tuntas 3 Tahun
Gambar atau konten salah?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 08 Agustus 2026. Tujuan utamanya adalah menangani masalah pangan di daerah itu dan meninjau program pertanian yang dirancang untuk mengurangi kemiskinan.
Selama kunjungan, Amran berdialog langsung dengan warga dan pejabat daerah. Ia ingin mendengar sendiri kesulitan yang mereka hadapi dan kebutuhan apa yang bisa dibantu pemerintah pusat. Menurut Amran, Alor punya potensi pertanian yang besar. Sayang sekali jika potensi itu tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Setelah mendengar aspirasi dari masyarakat dan pemerintah setempat, Amran memberikan bantuan tambahan. Bantuan itu berupa bibit kelapa, bibit kakao, bibit kacang mente, bibit padi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pompa air. Semua ini untuk warga Alor. Harapannya, bantuan ini bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian. Minta 1.000 hektare (ha) untuk kelapa, mente, saya tambah 1.000, 2.000. Kemudian minta traktor, kami kasih. Semua yang diminta tadi Pak Kadis, bahkan minta 500 tapi aku kasih 1.000, tapi harus ditanam. Nah, ini juga kami sidak. Ini adalah tanaman bibit kakao, ternyata bagus," ujar Amran saat mengunjungi Pusat Pembibitan Kakao di Alor pada Sabtu, 08 Agustus 2026.
"Kami apresiasi pada tim di Alor ini karena tanamannya sangat bagus. Ini nanti, ini jangka panjang. Kakao, mente bisa 30 tahun, 40 tahun. Ini bisa 20, 30 tahun. Satu kali tanam, bisa panen 20, 30 tahun. Jadi inilah program Bapak Presiden, program prioritas Bapak Presiden," lanjutnya.
Amran mengatakan pemerintah menargetkan lahan seluas 10 ribu hektare untuk pengembangan komoditas tersebut di Alor. Setiap satu hektare lahan diharapkan bisa menjadi sumber penghidupan bagi satu keluarga.
Dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat orang, program ini berpotensi menyentuh sekitar 40 ribu penduduk. Sementara jumlah penduduk di Alor hanya sekitar 38 ribu jiwa. Artinya, angka kemiskinan bisa hilang.
Amran menegaskan hal itu bisa terjadi jika program ini dikerjakan mulai sekarang dan diawasi prosesnya. "Artinya, kalau kita kerja sungguh-sungguh, kemiskinan ini tuntas dalam waktu 3 tahun. Karena 2 tahun setengah, 3 tahun sudah panen," ujarnya.
Amran mengakui bahwa proses panen tanaman tersebut membutuhkan waktu. Karena itu, perlu ada program jangka pendek dan menengah. Salah satunya dengan menanam padi dan jagung.
Dalam kesempatan itu, Amran memberikan bantuan tambahan bibit padi kepada kelompok petani di Alor. Sekitar 3.000 bibit untuk segera ditanam.
"Kemudian sisi lain ini kan harus menunggu nih panen 2 tahun, 3 tahun, 2 setengah tahun. Kita tanaman padi, beri tanaman jagung, supaya kemiskinan ini bisa turun. Turun lebih tajam lagi. Itu perintah Bapak Presiden," ujar Amran.
Program ini menggabungkan solusi jangka panjang dan jangka pendek. Tanaman kakao dan mente membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk panen, tetapi bisa menjadi sumber pendapatan tetap selama puluhan tahun. Sementara itu, padi dan jagung bisa dipanen dalam waktu singkat. Pendekatan ini dirancang agar penurunan kemiskinan di Alor bisa terjadi secara bertahap namun berkelanjutan, tanpa harus menunggu terlalu lama untuk melihat hasilnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
