Andie Peci, Tokoh Bonek, Meninggal Dunia di Madiun
Gambar atau konten salah?
Andie Peci, salah satu tokoh utama dalam komunitas suporter Bonek, meninggal dunia pada Jumat siang, 10 Juli 2026. Pria yang bernama asli Andy Kristiantono ini ternyata berasal dari Kota Madiun.
Almarhum berusia 48 tahun. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan almarhum Siran dan Tutiani yang kini berusia 66 tahun. Andie mengembuskan napas terakhir di RSUD dr Soewandhi. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka yang beralamat di Jalan Tanjung Manis Nomor 62, RT 07/RW 03, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
"Anak ke satu dari tiga bersaudara. Adik kedua sudah meninggal dunia juga sekarang tinggal adiknya yang terakhir," kata Yuri, seorang kerabat keluarga, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Yuri menceritakan, semasa hidup Andie dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Ia tidak ingin menyusahkan orang tuanya. Bahkan ketika menjalani perawatan di RSUD dr Soedono Madiun, Andie tidak memberi tahu ibunya.
"Beliau ini tidak ingin ibunya susah seperti saat opname di RSUD Soedono kemarin tidak mengabari ibunya," jelas Yuri.
Ketua Yayasan Bonek Untuk Bangsa, Siti Rafika Hardhiansari, juga mengenang Andie sebagai sosok yang rendah hati. Ia memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama Bonek dan kaum buruh. Rafika mengaku sudah berteman dengan almarhum sejak 2012.
"Saya kenal beliau Mas Andie persahabatan sejak 2012. Ketemu terakhir dengan Mas Andie 23 Mei di RS BDH Surabaya. Beliau rendah hati, solidaritas kepada teman tinggi, gigih perjuangkan aspirasi buruh. Jarang tidur memikirkan negara mas Andie," ujar Rafika.
Rafika menambahkan, komunikasi dengan Andie tetap berjalan hingga beberapa hari sebelum meninggal.
"Kemarin saya selalu komunikasi sejak pertemuan terakhir. Kemarin 30 Juni minta doakan semoga kuat," tegas Rafika.
Sementara itu, ibunda almarhum, Tutiani, mengaku tidak memiliki firasat khusus sebelum putranya pergi. Namun, selama sepekan terakhir, ia terus dihantui rasa rindu untuk bertemu Andie.
"Tidak ada firasat tapi seminggu ini ada rasa kangen ingin ketemu Andie," kata Tutiani dengan wajah sedih.
Andie Peci bukan sekadar nama besar di kalangan suporter. Ia dikenal gigih memperjuangkan hak-hak buruh. Solidaritasnya kepada teman-teman Bonek dan kaum pekerja membuatnya dihormati banyak orang. Meski begitu, di mata keluarganya, ia tetaplah anak yang pendiam dan tidak ingin merepotkan siapa pun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi ibunda yang masih hidup dan adik bungsunya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
