Tanggul Lumpur Lapindo Bocor, Warga Cemas
Gambar atau konten salah?
Kebocoran terjadi di tanggul penahan lumpur Lapindo, tepatnya di titik 10D yang berada di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Peristiwa ini sempat membuat warga sekitar cemas. Air yang bercampur lumpur terlihat mengalir hingga mencapai tanggul penahan di dekat jalur rel kereta api. Kekhawatiran utama warga adalah jika debit air terus bertambah, lumpur bisa meluap dan mengancam rel kereta api serta Jalan Raya Porong.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, angkat bicara mengenai situasi ini. Ia mengaku terus memantau perkembangan penanganan lumpur Lapindo. Beberapa langkah mitigasi sudah disiapkan, terutama untuk menjaga keselamatan warga yang tinggal di sekitar area tanggul.
"Kami di pemda fokus bagaimana sosial masyarakat di sana harus aman dan terjamin. Kami pantau terus, karena penanganan Lapindo ini kan melibatkan berbagai stakeholder," kata Emil kepada awak media pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Emil, penanganan lumpur Lapindo harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa kasus Lapindo bukanlah peristiwa biasa. "Ini penanganannya harus serius, karena fenomena ini jarang terjadi. Kami di pemda pasti akan linear dengan apa yang diputuskan pihak-pihak terkait seperti PPLS, di mana ada Kementerian PU juga nyambung ke Kementerian ESDM karena ini fenomena geologi," jelasnya.
Emil memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam keadaan siaga penuh. Tim pemantau terus mengawasi kondisi tanggul di Lapindo. Jika sewaktu-waktu Pemprov Jatim diminta untuk turun langsung, mereka sudah siap menerjunkan tim.
"Kami menyiagakan diri apabila ada langkah-langkah yang harus diambil untuk kejadian di tanggul Lapindo. Saat ini oleh teman-teman PU di pemprov juga dimonitor terus," terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak. Semua temuan di lapangan tidak akan diabaikan. "Kami berkoordinasi terus, semua fakta yang ada di lapangan tidak akan kami abaikan, karena ini sains ya. Kita juga menunggu bagaimana hasil kajian ilmiah dari pihak yang bertanggung jawab di Lapindo saat ini, baru kita bisa menindaklanjuti," tandasnya.
Peristiwa kebocoran tanggul lumpur Lapindo ini menunjukkan bahwa penanganan semburan lumpur yang sudah berlangsung bertahun-tahun masih memerlukan perhatian serius. Fenomena geologi yang langka ini menuntut pendekatan ilmiah dan koordinasi antar instansi, mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian terkait. Warga di sekitar lokasi tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah mitigasi yang diambil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Penjualan Mobil Juni 2026 Naik 12%, PHEV Melonjak Tajam
Spanyol ke Semifinal Piala Dunia usai Tekuk Belgia 2-1
Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2,655,000
Balita Tewas Digigit Ular Saat Tidur di Pekalongan
Antavaya & Allo PayLater: Diskon 20% Liburan hingga Akhir 2026
Enam Anak PMI Gresik Pulang dari Malaysia Tanpa Status
Survei: Gen Z Lebih Percaya TikTok Daripada Dokter
Survei: Gen Z Ngemil 2 Kali Lipat dari Baby Boomer
Barcelona Capai Kata Sepakat dengan Dortmund untuk Adeyemi