Anggaran BGN Dipangkas Rp38 Triliun

Fajar H. · 2 min baca · 1 jam lalu · 19 dibaca
Bisik.id
Anggaran BGN Dipangkas Rp38 Triliun

Gambar atau konten salah?

Anggaran untuk Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami pemotongan besar. Kementerian Keuangan mencatat, dana yang harusnya dialokasikan menyusut sekitar Rp 38 triliun. Akibatnya, pagu anggaran efektif BGN sekarang hanya Rp 229 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Sudarto, menjelaskan soal perubahan ini. Awalnya, di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), BGN mendapat jatah Rp 268 triliun. Tapi angka itu berubah karena kebijakan efisiensi.

"Pada awal tahun DIPA, pagu anggaran dari BGN itu Rp 268 triliun. Saat ini pagu efektifnya menjadi Rp 229 triliun, jadi sekitar Rp 38 triliun sudah menjadi efisiensi," kata Sudarto dalam konferensi pers APBN KiTA di Kemenkeu, Jakarta Pusat, pada 10 Oktober 2026.

Pemerintah, kata Sudarto, tidak tinggal diam. Mereka tetap mendukung perbaikan yang dilakukan BGN. Bukan sekadar soal menghemat uang. Lebih dari itu, bagaimana program yang dijalankan bisa tepat sasaran dan hasilnya sesuai harapan.

"Namun seperti disampaikan oleh Pak Menteri tadi, bahwa kita sangat-sangat mendukung langkah-langkah perbaikan yang dilakukan terus oleh BGN, dan tentunya fokusnya tidak sekedar efisiensi, tapi lebih ke arah bagaimana program perbaikan yang sangat baik tersebut bisa mencapai target dan outcome yang diharapkan," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan kabar lain. Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai Rp 153,2 triliun hingga akhir September 2026. Program ini juga sudah menjangkau 57 juta penerima manfaat.

"Khusus program Makan Bergizi Gratis, misalnya kalau ditanya nih 57 juta penerima, akhir September, Rp 153,2 triliun," ujar Suahasil dalam konferensi pers yang sama.

Jadi, di satu sisi ada pemangkasan anggaran BGN secara keseluruhan. Di sisi lain, program MBG yang menjadi salah satu andalan BGN justru sudah menyerap dana besar dan menjangkau puluhan juta orang. Ini menunjukkan prioritas pemerintah: memastikan program yang berjalan tetap efektif, meski ada penyesuaian anggaran di level lembaga.

anggaranBGNpemotonganefisiensiMBGpenerima manfaat

Komentar

Memuat komentar...