Bahlil-Ara Bahas Rumah Berjargas dan PLTS
Gambar atau konten salah?
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat, 10 September 2026. Pertemuan ini membahas sebuah konsep baru untuk pembangunan perumahan.
Konsep tersebut menggabungkan dua elemen penting. Pertama, jaringan gas bumi (jargas) untuk kebutuhan energi rumah tangga. Kedua, pasokan listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Bahlil menjelaskan bahwa ide ini akan diterapkan di beberapa kawasan perumahan yang sedang dikembangkan oleh Kementerian PKP.
"Tadi kita membahas tentang konsep pembangunan perumahan yang akan memakai jaringan gas dan listrik yang berbasis PLTS di beberapa kawasan yang akan dikembangkan oleh Pak Menteri Perumahan," ujar Bahlil, yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menambahkan bahwa perumahan dengan konsep ini akan dibangun di dekat kawasan industri. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan regulasi dan melakukan kajian mendalam terkait penerapannya. Ara menyebut langkah ini sebagai lompatan besar dalam penyiapan rumah bagi masyarakat.
"Jadi bagaimana juga itu akan ada suatu lompatan-lompatan yang besar dalam penyiapan rumah, nanti juga bekerja sama dengan para investor sehingga bisa didesain dari awal dengan baik," kata Ara.
Sejumlah wilayah telah diidentifikasi sebagai lokasi percontohan potensial. Beberapa di antaranya adalah Maluku Utara, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, dan Meikarta. Khusus untuk Meikarta, proyek ini akan memanfaatkan lahan hibah dari Lippo seluas 30 hektar.
"Itu ada selain di Kabupaten Bekasi ada yang kita lakukan Meikarta, ya, dari hibah Lippo 30 hektar, nanti yang membangun dan membiayai sesuai arahan Bapak Presiden lah dari Danantara. Ya Pak Rosan dan Pak Dony. Jadi kita memerlukan langkah-langkah strategis untuk melakukan percepatan-percepatan soal perumahan ini," terang Ara.
Pemerintah berencana menggandeng investor untuk merancang dan membiayai proyek ini sejak tahap awal. Tujuannya jelas: mempercepat penyediaan rumah yang tidak hanya layak huni, tetapi juga hemat energi dan ramah lingkungan. Konsep ini menjadi salah satu strategi untuk menjawab kebutuhan perumahan di Indonesia, terutama di daerah yang dekat dengan pusat-pusat industri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Investasi Freeport Rp 715 Triliun Dongkrak Ekonomi
Pertamina Siapkan BBM Tambahan Antisipasi Lonjakan Saat MotoGP Mandalika
Pertamina Tambah Pasokan LPG 200 Persen di Lombok untuk MotoGP 2026
Anggaran BGN Dipangkas Rp38 Triliun
Menteri PU Target Panen 240 Ton Gabah di Merauke
Menkeu Peringatkan Lonjakan Harga Pangan Akibat El Nino
Berita Terbaru
Investasi Freeport Rp 715 Triliun Dongkrak Ekonomi
Bahlil-Ara Bahas Rumah Berjargas dan PLTS
Pertamina Siapkan BBM Tambahan Antisipasi Lonjakan Saat MotoGP Mandalika
Pertamina Tambah Pasokan LPG 200 Persen di Lombok untuk MotoGP 2026
BEI Terapkan Aturan Baru, Emiten Wajib Punya Saldo Laba
IHSG Pagi Ini Ambruk, Nyaris Tembus Level 6.000
