Investasi Freeport Rp 715 Triliun Dongkrak Ekonomi
Gambar atau konten salah?
Keberlanjutan investasi dan operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Dampak tersebut mencakup peningkatan penerimaan negara, penguatan hilirisasi, keberlanjutan lapangan kerja lokal, hingga pembangunan infrastruktur dan sosial.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, mengatakan nilai investasi dan penambahan porsi saham Freeport berpotensi memperbesar pemasukan kas negara. "Penambahan nilai investasi (termasuk potensi tambahan investasi sekitar USD 20 miliar dalam 20 tahun ke depan) dan porsi saham memperbesar pemasukan kas negara melalui dividen, pajak, royalti, dan pungutan lainnya," kata Esther.
Menurut Esther, dampak terhadap penerimaan negara akan semakin besar apabila porsi saham pemerintah meningkat menjadi 63%. Dengan porsi tersebut, bagian penerimaan dari dividen yang disalurkan melalui MIND ID serta BUMN akan semakin besar.
Peningkatan investasi Freeport juga dapat memperkuat hilirisasi industri di dalam negeri. Salah satunya melalui fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Keberadaan fasilitas tersebut dapat memperkuat rantai pasok industri dalam negeri, meningkatkan nilai ekspor, sekaligus menekan angka impor.
Dari sisi pengelolaan sumber daya, penyesuaian izin dan kesepakatan baru, termasuk tambahan 12% saham yang dialihkan kepada pemerintah, dapat memperkuat posisi negara. Perpanjangan kepastian operasi dan tambahan saham tersebut juga membuat posisi tawar serta kendali negara atas pengelolaan sumber daya semakin kuat.
Investasi jangka panjang Freeport juga berdampak pada pemberdayaan dan penyerapan tenaga kerja lokal. Proporsi pekerja asli Papua di lingkungan PT Freeport Indonesia dikatakan terus meningkat dan telah mencapai lebih dari 40%. Peningkatan tersebut didukung investasi jangka panjang pada pendidikan dan pelatihan, termasuk untuk mendukung pengisian posisi teknis hingga manajerial. "Proporsi pekerja asli Papua di lingkungan PTFI terus meningkat (mencapai lebih dari 40%), didukung investasi jangka panjang pada pendidikan, pelatihan, serta posisi teknis hingga manajerial," papar Esther.
Investasi berkelanjutan juga dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan sosial di wilayah sekitar kegiatan operasional Freeport. Pembangunan tersebut mencakup jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan. Selain itu, terdapat pula program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bagi masyarakat sekitar. "Investasi berkelanjutan mendorong pembangunan infrastruktur wilayah (jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan) serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bagi masyarakat sekitar," pungkas Esther. Program investasi sosial Freeport sepanjang 2025 mencapai Rp 2 triliun dan akan terus berlanjut sekitar USD 100 juta atau setara Rp 1,7 triliun per tahun.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut Freeport berpotensi memberikan tambahan investasi hingga USD 40 miliar atau sekitar Rp 715 triliun kepada Indonesia. Airlangga menyampaikan hal tersebut dalam 14th US-Indonesia Investment Summit 2026 di Jakarta, Selasa 06 Oktober 2026. Adapun potensi tambahan investasi tersebut berkaitan dengan perpanjangan kontrak operasi Freeport.
Dalam pernyataannya, Airlangga menyebut apabila Freeport mendapatkan perpanjangan kontrak dengan nilai tambahan investasi USD 40 miliar, maka akan ada investasi lain yang turut masuk ke Indonesia. Airlangga juga menyampaikan bahwa nota kesepahaman (MoU) terkait komitmen investasi tersebut telah ditandatangani di Amerika Serikat.
Potensi tambahan investasi tersebut dapat memberikan dampak lebih luas apabila diikuti peningkatan penerimaan negara, penguatan hilirisasi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pembangunan di wilayah sekitar kegiatan operasional. Dengan demikian, investasi Freeport tidak hanya berpotensi menambah aliran modal ke Indonesia, tetapi juga dapat memberikan efek lanjutan terhadap perekonomian melalui penerimaan negara, industri pengolahan, tenaga kerja, hingga pembangunan daerah.
Secara keseluruhan, investasi Freeport di Indonesia memiliki potensi dampak yang luas dan berlapis. Mulai dari peningkatan penerimaan negara melalui dividen dan pajak, penguatan industri hilir melalui smelter, penyerapan tenaga kerja lokal terutama dari Papua, hingga pembangunan infrastruktur dan program sosial di sekitar wilayah operasi. Dengan perpanjangan kontrak dan tambahan investasi yang signifikan, dampak-dampak ini berpotensi terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil-Ara Bahas Rumah Berjargas dan PLTS
Pertamina Siapkan BBM Tambahan Antisipasi Lonjakan Saat MotoGP Mandalika
Pertamina Tambah Pasokan LPG 200 Persen di Lombok untuk MotoGP 2026
Anggaran BGN Dipangkas Rp38 Triliun
Menteri PU Target Panen 240 Ton Gabah di Merauke
Menkeu Peringatkan Lonjakan Harga Pangan Akibat El Nino
Berita Terbaru
Investasi Freeport Rp 715 Triliun Dongkrak Ekonomi
Bahlil-Ara Bahas Rumah Berjargas dan PLTS
Pertamina Siapkan BBM Tambahan Antisipasi Lonjakan Saat MotoGP Mandalika
Pertamina Tambah Pasokan LPG 200 Persen di Lombok untuk MotoGP 2026
BEI Terapkan Aturan Baru, Emiten Wajib Punya Saldo Laba
IHSG Pagi Ini Ambruk, Nyaris Tembus Level 6.000
