Antar Video Viral: Semut Tak Tertarik Tutup Bensin E20
Gambar atau konten salah?
Video yang beredar di media sosial menampilkan tutup tangki bahan bakar mobil yang diisi dengan bioetanol E20. Di dalam klip, koloni semut tampak berkumpul di sekitar tutup tersebut, seolah tertarik pada campuran etanol.
Video tersebut tidak berasal dari Indonesia. Menurut media lokal India, Cartoq, penyebab semut menempel pada tutup tangki adalah kandungan etanol dalam bahan bakar. Dalam rekaman, seseorang membuka tutup tangki mobil, lalu semut mulai menempel di sekitarnya. Seluruh kendaraan tidak terlihat, hanya stiker E20 yang jelas terlihat di tutup tangki. Banyak penonton percaya klaim ini dan membagikannya di berbagai platform.
Bharat Petroleum, perusahaan migas India, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Mereka menulis di akun X:
"Etanol kelas bahan bakar yang digunakan untuk pencampuran bensin diproduksi melalui proses fermentasi dan distilasi yang menghilangkan sisa gula dari produk akhir. Lebih lanjut, etanol bahan bakar mengandung denaturant, yang bersifat penolak serangga. Setelah pencampuran, bau hidrokarbon khas bensin tetap dominan dibandingkan bau etanol yang melekat," lanjut mereka.
Perusahaan juga menambahkan bahwa bensin campuran etanol menghasilkan uap bahan bakar yang lebih rendah dibandingkan bensin konvensional. Akibatnya, tidak ada zat penarik yang dapat diidentifikasi yang terkait dengan bahan bakar E20 yang akan menyebabkan semut atau serangga lain berkumpul di sekitar tutup tangki kendaraan.
“Oleh karena itu, klaim yang menyatakan adanya hubungan antara bahan bakar E20 dan daya tarik semut tidak memiliki dasar ilmiah. Klaim yang beredar di media sosial tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti ilmiah,” kata perwakilan Bharat Petroleum.
Bioetanol sendiri merupakan bahan bakar nabati alternatif. Etanol diproduksi dari produk sampingan tanaman seperti jagung dan tebu. Ia dianggap sebagai salah satu pilihan bahan bakar terbarukan dan ramah lingkungan. Proses pembuatan etanol melibatkan fermentasi dan distilasi, yang menghilangkan sisa gula dari produk akhir. Selain itu, etanol bahan bakar biasanya mengandung denaturant, zat yang menolak serangga.
Video ini menyoroti bagaimana rumor dapat menyebar cepat di media sosial. Sementara itu, data teknis menunjukkan bahwa campuran etanol dalam bensin tidak menarik serangga. Etanol memang memiliki bau yang berbeda, namun bau hidrokarbon bensin tetap dominan, sehingga tidak ada daya tarik khusus bagi semut.
Berita ini menegaskan pentingnya memverifikasi sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Fakta teknis yang disajikan oleh Bharat Petroleum menunjukkan bahwa klaim tentang semut tertarik pada tutup tangki E20 tidak didukung oleh bukti ilmiah. Hal ini mengingatkan publik bahwa bahan bakar nabati, meski ramah lingkungan, tidak memiliki sifat menarik serangga seperti yang diceritakan dalam video viral tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
