Pertamax Naik Rp4.000/L, Bisa Turun Bila Minyak Dunia Normal

Maya K. · 1 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pertamax Naik Rp4.000/L, Bisa Turun Bila Minyak Dunia Normal

Gambar atau konten salah?

Setelah ditahan selama berbulan-bulan, harga BBM Pertamax akhirnya naik pada pertengahan Juni. Kenaikan tersebut hampir mencapai Rp 4 ribu per liter, menandakan tekanan dari pasar global.

Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menegaskan bahwa harga Pertamax dapat kembali turun. Ia menekankan bahwa penurunan ini akan terjadi jika harga minyak dunia kembali normal.

“Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun,” ujar Anggia dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, pada 18 Juni 2024.

Anggia juga mengingatkan bahwa kondisi sebaliknya dapat terjadi. Ia menambahkan, “Seiring berjalannya waktu, fluktuasi harga yang semakin dinamis, ini para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian. Seperti itu. Jadi kalau ditanya akan turun nggak harga minyak dunia turun, pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi,”.

Selanjutnya, Anggia menegaskan bahwa BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya melindungi masyarakat yang rentan secara ekonomi. “Inilah kebijakan Presiden untuk menjaga BBM subsidi tidak naik harganya, sesulit apapun kondisi geopolitik di luar sana, ini yang tetap dijaga,” tambahnya.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Perubahan harga ini mencerminkan keterkaitan antara harga minyak dunia dan kebijakan subsidi pemerintah, menunjukkan bahwa meski harga bersifat dinamis, pemerintah berusaha menjaga stabilitas bagi konsumen.

Harga BBM PertamaxKenaikan hargaPasar globalKebijakan subsidiHarga minyak duniaFluktuasi hargaDwi Anggia

Komentar

Memuat komentar...