Apple Luncurkan MacBook Neo Rp10,7 Juta: Termurah Mahasiswa

Cahyo S. · 4 min baca · 1 jam lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Apple Luncurkan MacBook Neo Rp10,7 Juta: Termurah Mahasiswa

Gambar atau konten salah?

Apple meluncurkan MacBook Neo, laptop termurah yang pernah dijual perusahaan ini, dengan harga mulai Rp 10,7 juta. Model ini menargetkan mahasiswa, pelajar, dan pengguna kasual yang selama ini menginginkan MacBook dengan biaya lebih terjangkau.

MacBook Neo tampak seperti MacBook Air yang telah dipangkas fiturnya. Namun, ia juga membawa identitas baru dengan desain yang tetap premium dan fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan harian.

Desain menjadi nilai jual utama. Laptop ini menggunakan bodi unibody aluminium 90% daur ulang, sehingga terasa kokoh dan tidak mudah goyang. Berat hanya 1,23 kg dan ketebalan 1,27 cm, menjadikannya ringan dan mudah dibawa ke kampus atau kantor.

Apple menawarkan empat warna yang lebih berani dibandingkan lini sebelumnya: Silver, Blush, Citrus, dan Indigo. Warna-warna ini memberi kesan muda dan segar.

Keyboard Magic Keyboard tetap menjadi salah satu keyboard terbaik di kelasnya. Mengetik artikel panjang atau laporan pekerjaan terasa nyaman. Trackpad berukuran besar khas Apple masih menjadi standar emas untuk navigasi.

Namun, ada beberapa pengorbanan. Varian termurah tidak dilengkapi keyboard backlit dan Touch ID. Jumlah port hanya dua USB‑C dan satu jack audio 3,5 mm.

Untuk harga Rp 10 jutaan, kualitas desain MacBook Neo berada satu kelas di atas para pesaing Windows di rentang harga yang sama. Kekurangan seperti absennya Touch ID masih bisa dimaklumi mengingat harga yang ditawarkan.

Layar dan Audio

MacBook Neo hadir dengan layar Liquid Retina 13 inci beresolusi 2408 × 1506 piksel dan kecerahan hingga 500 nits. Tampilan layar tajam, warna akurat, dan nyaman digunakan dalam berbagai kondisi pencahayaan. Dukungan color gamut P3 membuat foto dan video tampil hidup, terutama saat digunakan untuk editing ringan.

Desain bezel tipis dan simetris tanpa notch menjadi nilai tambah. Untuk hiburan, kualitas layar sangat memuaskan. Detail gambar jelas dan warna tampak natural.

Di bagian atas layar terdapat kamera FaceTime HD 1080 p. Kualitasnya cukup baik untuk meeting online maupun video call. Bahkan di ruangan dengan pencahayaan tidak ideal, hasil tangkapan kamera masih terlihat terang dan tajam.

Walau belum mendukung Center Stage, Apple tetap menyediakan background blur melalui software, membantu meningkatkan kualitas video conference.

Audio juga menjadi kejutan menyenangkan. Speaker stereo dengan dukungan Spatial Audio dan Dolby Atmos mampu menghasilkan suara yang lantang dan jernih.

Performa

MacBook Neo ditenagai chip Apple A18 Pro dengan RAM 8 GB dan SSD 256 GB. Selama penggunaan harian, performanya terasa sangat responsif. Membuka banyak tab Safari, mengedit dokumen, menjalankan aplikasi produktivitas, hingga melakukan multitasking ringan berjalan tanpa kendala berarti.

Berikut hasil benchmark:

  • Geekbench 6.7.1 Single‑Core: 3.535, Multi‑Core: 8.838
  • OpenCL: 19.399
  • Cinebench 2026 CPU Single Thread: 528 pts, CPU Multi Thread: 1.503 pts, MP Ratio: 2.85x

Skor single‑core yang tinggi membuat sistem terasa sangat responsif. Hampir seluruh aktivitas harian berjalan mulus tanpa lag.

Untuk penyimpanan, SSD bawaan mencatat hasil Blackmagic Disk Speed Test: Read: 1.590,2 MB/s, Write: 1.606,7 MB/s. Kecepatan tersebut membuat proses booting, membuka aplikasi, hingga transfer file terasa instan.

Dalam pengujian nyata, MacBook Neo juga mampu menangani editing video 4K dengan nyaman. Beberapa proyek video beresolusi tinggi masih dapat dijalankan tanpa masalah berarti.

Pengujian gaming dengan Wuthering Waves menunjukkan game berjalan lancar pada pengaturan default dengan frame rate stabil dan minim stuttering. Namun, kapasitas SSD 256 GB terasa sempit untuk gamer, karena ukuran game yang besar dapat dengan cepat menghabiskan ruang penyimpanan.

Baterai

MacBook Neo dilengkapi baterai 36,5 Wh. Saat dimainkan Wuthering Waves selama 30 menit, kapasitas baterai hanya berkurang sekitar 15 %. Angka cukup normal untuk game grafis sedang di laptop fanless.

Untuk penggunaan sehari‑hari seperti mengetik, browsing, meeting online, dan menonton video, konsumsi baterainya sangat irit. Dalam satu hari kerja penuh, baterai yang terpakai hanya sekitar 50 %.

Dengan pola penggunaan normal, MacBook Neo bahkan mampu bertahan hingga dua hari tanpa perlu mencari colokan listrik. Pengisian daya menggunakan adaptor 20 W membutuhkan waktu sekitar 2 jam 10 menit dari 0 % hingga 100 %. Meskipun tidak secepat laptop modern yang sudah mendukung fast charging tinggi, efisiensi dayanya membuat hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah.

Baterai MacBook Neo adalah salah satu yang terbaik di kelas laptop tipis Rp 10 jutaan. Pengguna yang sering bekerja mobile akan sangat menghargai daya tahan baterainya yang luar biasa.

Kesimpulan

MacBook Neo menjadi langkah cerdas Apple untuk memperluas ekosistem Mac ke lebih banyak pengguna. Di harga sekitar Rp 10 jutaan, pengguna mendapatkan desain premium, layar berkualitas tinggi, kamera yang mumpuni untuk meeting online, performa cepat, serta daya tahan baterai yang sangat impresif.

Memang ada beberapa kompromi seperti absennya Touch ID, keyboard backlit pada varian dasar, dan jumlah port yang terbatas. Namun, kekurangan tersebut terasa kecil dibanding nilai yang ditawarkan.

Bagi pelajar, mahasiswa, freelancer, content creator pemula, maupun pengguna Windows yang ingin mencoba macOS tanpa menguras tabungan, MacBook Neo adalah salah satu laptop paling menarik yang hadir tahun ini. Dengan fitur yang cukup lengkap dan harga terjangkau, MacBook Neo menempatkan Apple di posisi yang kompetitif di pasar laptop tipis.

MacBook Neoharga Rp 10 jutaApple A18 Prolayar Liquid Retinabaterai 36,5 Whport USB‑CTouch ID

Komentar

Memuat komentar...