Sate Keroncong Jatinegara: Warung Legendaris, Pisang, Sambal

Tika M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Sate Keroncong Jatinegara: Warung Legendaris, Pisang, Sambal

Gambar atau konten salah?

Sate Keroncong menjadi daya tarik kuliner di Jatinegara, khususnya di Gang Lele Jalan Matraman. Tempat ini sudah dikenal sejak 1964 dan dulu bernama Warung Sate Sederhana. Nama berubah menjadi Sate Keroncong setelah presenter kuliner Benu Buloe melihat penampilan musik keroncong di depan warung, sehingga nama tersebut lebih menarik.

Di warung ini, sate kambing dipanggang dengan bumbu khas Klaten, Jawa Tengah. Seporsi sate dijual seharga Rp 75.000. Dagingnya tidak memiliki bau prengus, sehingga banyak pelanggan yang puas. Warung ini sering dikunjungi saat makan siang, terutama bagi yang berada di kawasan Jatinegara.

Selain sate, artikel ini juga mengangkat topik nutrisi pisang. Warna kulit pisang menandakan tingkat kematangan dan kandungan nutrisi. Pisang hijau masih mentah, rendah gula, dan kaya pati resisten. Pisang kuning berada di fase matang, kaya serat, kalium, dan vitamin B6. Pisang kecokelatan mengandung pati resisten lebih rendah, sering digunakan dalam pembuatan kue, dan rasanya manis alami.

Berita lain yang menarik perhatian adalah kisah Timotius Firman, mantan personel band St. Loco. Setelah berkarier di dunia musik, ia kini aktif sebagai pastor dan juga memulai usaha kuliner. Ia meluncurkan produk sambal kemasan bernama Sambal Babon, singkatan dari bawang dan rebon. Produk ini tidak hanya mengandalkan cabe dan bawang, tapi juga menambahkan udang rebon. Harga satu kemasan Rp 50.000.

Timotius memanfaatkan pengalaman musiknya untuk mempromosikan sambal. Ia menggunakan media sosial untuk memperkenalkan produk, namun tidak menampilkan link atau akun khusus dalam artikel ini. Keberhasilan Sambal Babon menunjukkan bahwa transisi dari dunia musik ke pastoral dan bisnis kuliner dapat berjalan lancar jika didukung dengan kreativitas.

Berita ini dirilis pada 07 Juni 2026 dan menyoroti tiga topik utama: kuliner legendaris di Jatinegara, nilai gizi pisang berdasarkan warna kulit, dan kisah sukses seorang mantan musisi yang kini menjadi pastor dan pengusaha sambal.

Informasi tentang harga, lokasi, dan sejarah warung memberikan gambaran lengkap bagi pembaca yang ingin mencoba sate legendaris. Penjelasan nutrisi pisang membantu konsumen memilih buah sesuai kebutuhan gizi. Sementara kisah Timotius menambah inspirasi bagi mereka yang ingin mengejar peluang bisnis di bidang kuliner.

Komentar

Memuat komentar...