Prabowo Kunjungi SRMP 17, Bicara Anti‑Bullying Gede Bagus

Sari D. · 2 min baca · 1 jam lalu · 32 dibaca
Bisik.id
Prabowo Kunjungi SRMP 17, Bicara Anti‑Bullying Gede Bagus

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Pada 07 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali. Di sana, ia bertemu dengan seorang siswa bernama Gede Bagus Abimanyu, yang sempat mengungkapkan pengalaman hidupnya sebagai korban bullying di sekolah dasar.

Gede Bagus, seorang pelajar yang masih berusia 15 tahun, pernah menjadi sasaran ejekan teman-teman karena sifatnya yang pendiam. Ia menjelaskan bahwa ia sering merasa putus asa dan bahkan tidak masuk sekolah selama beberapa hari. Namun, dukungan ibunya membantu ia mengembalikan semangat belajar.

Selama hampir sebelas bulan belajar di Sekolah Rakyat, Gede Bagus harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan mengatasi trauma yang masih tersisa. Kini, ia menjadi anggota aktif organisasi Duta Antibullying di sekolah, berusaha mencegah perundungan dan menjaga teman-temannya agar tidak mengalami hal serupa. Ia berharap, “sehancur-hancur apapun anak itu jika diberikan dukungan dan lingkungan yang tepat, maka anak itu dapat dirakit kembali.”

Prabowo, yang juga pernah mengalami ejekan saat masih muda, menyampaikan pesan kepada siswa SRMP 17. Ia menekankan pentingnya belajar keras, disiplin, dan menghormati guru serta orang tua. Ia juga menekankan nilai kerukunan, dengan mengatakan bahwa “kerukunan adalah kunci dari keberhasilan.”

Berikut beberapa kutipan langsung dari Presiden:

“Terima kasih. Tadi siapa? Bagus ya. Gede Bagus. Kamu dulu diejek, enggak apa-apa ya. Enggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya sering diejek, sampai sekarang presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa. Yang penting hatimu teguh ya. Hati kita baik.”

“Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan. Dihina, sopan. Ya, jangan kecil hati. Terima kasih. Kau nanti akan berhasil.”

Prabowo juga menekankan bahwa banyak orang sukses berasal dari keluarga miskin, namun mereka tidak pernah menyerah. Ia menegaskan, “Anaknya tidak mau putus asa, anaknya selalu gembira di tengah kesulitan cari yang baik, pasti akan ada kebaikan yang datang. Kita percaya itu.”

Acara tersebut diikuti oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang mengundang Gede Bagus untuk berbicara di depan audiens tentang pengalamannya belajar di Sekolah Rakyat. Ia menyoroti pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan sekolah dalam mengatasi bullying.

Secara keseluruhan, kunjungan Presiden ke SRMP 17 menyoroti pentingnya nilai-nilai disiplin, kerukunan, dan dukungan emosional bagi siswa. Gede Bagus, yang dulu menjadi korban bullying, kini menjadi contoh bagi teman-temannya bahwa dengan tekad dan dukungan, seseorang dapat bangkit dan membantu orang lain menghindari pengalaman serupa.

Presiden Prabowo SubiantoSRMP 17Gede Bagus AbimanyubullyingDuta Antibullyingkerukunandukungan emosional

Komentar

Memuat komentar...