Argentina Bangkit Dramatis, Hajar Mesir 3-2 di 16 Besar Piala Dunia

Vera T. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Argentina Bangkit Dramatis, Hajar Mesir 3-2 di 16 Besar Piala Dunia

Gambar atau konten salah?

Pertandingan sengit tersaji di Atlanta Stadium pada Selasa malam, 07 Juli 2026. Argentina berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Mesir dengan skor dramatis 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tim asuhan Lionel Scaloni sempat tertinggal dua gol, namun mampu bangkit dan memastikan tiket ke perempatfinal.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Argentina langsung mencoba mengambil kendali permainan. Lionel Messi, yang ditempatkan sebagai ujung tombak, mendapat penjagaan ketat dari para pemain bertahan Mesir. Beberapa kali umpan yang ditujukan kepada Messi berhasil dipotong oleh lini belakang lawan. Di sisi lain, Mohamed Salah dan rekan-rekannya bermain sabar, menunggu momen yang tepat untuk menekan pertahanan Argentina.

Mesir justru berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-15. Berawal dari umpan silang Marwan Attia, Yasser Ibrahim memenangi duel udara dengan Lisandro Martinez dan menyundul bola masuk ke gawang Argentina. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Mesir.

Argentina nyaris menyamakan kedudukan hanya empat menit kemudian. Wasit memberikan hadiah penalti setelah Nicola Tagliafico dijatuhkan oleh Haissem Hassan di kotak terlarang. Lionel Messi yang maju sebagai eksekutor, namun tendangannya ke arah kanan berhasil ditepis oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Argentina gagal mencetak gol penyeimbang. Pertandingan sempat dihentikan sejenak untuk water break.

Setelah jeda minum, tekanan Argentina semakin meningkat. Alexis Mac Allister mendapat peluang emas lewat sundulan, tetapi Shobeir kembali menunjukkan ketangguhannya dengan melakukan penyelamatan gemilang. Pada menit ke-31, giliran Messi yang mengancam gawang Mesir melalui tendangan bebas jarak jauh. Bola nyaris masuk andai tidak membentur tiang gawang. Julian Alvarez juga mendapat kesempatan setelah menerima umpan tarik dari Tagliafico, namun sontekannya di depan gawang kembali berhasil ditepis oleh Shobeir. Hingga turun minum, Argentina masih tertinggal 0-1.

Memasuki babak kedua, Argentina tetap mendominasi permainan. Namun, mereka kesulitan menembus pertahanan rapat Mesir. Petaka nyaris datang bagi Mesir pada menit ke-58. Mostafa Zico berhasil membobol gawang Argentina melalui serangan balik, namun wasit Francois Letexier menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR. Ternyata, ada pelanggaran yang dilakukan terhadap Lisandro Martinez dalam proses terjadinya gol.

Mesir akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-67. Kembali melalui skema serangan balik yang dimotori Mohamed Salah, Haissem Hassan memberikan umpan tarik yang diselesaikan dengan baik oleh Mostafa Zico menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Mesir. Pertandingan kembali dihentikan untuk water break.

Tertinggal dua gol, Argentina semakin meningkatkan tekanan. Beberapa pergantian pemain dilakukan untuk menyegarkan tim. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79. Cristian Romero berhasil menyundul bola kiriman Messi dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Petaka datang bagi Mesir hanya beberapa menit berselang. Messi kembali menjadi penyelamat Argentina. Pada menit ke-83, ia memanfaatkan sodoran Montiel dalam kemelut di kotak penalti Mesir. Sepakan Messi sempat mengenai tiang atas, namun bola memantul masuk ke dalam gawang. Skor berubah menjadi 2-2.

Tekanan kini beralih ke Mesir. Argentina yang bersemangat tinggi terus mencari gol ketiga. Usaha mereka membuahkan hasil pada masa injury time. Melalui serangan balik cepat, Enzo Fernandez menyundul bola hasil umpan silang Lautaro Martinez dan menjebol gawang Shobeir. Skor menjadi 3-2 untuk keunggulan Argentina.

Gol kemenangan Argentina memicu protes keras dari kubu Mesir. Mereka mengklaim ada pelanggaran terhadap Mohamed Salah dalam proses terjadinya gol. Wasit bahkan mengeluarkan kartu merah untuk salah satu staf Mesir yang masuk ke lapangan. Setelah situasi mereda, pertandingan dilanjutkan dan keunggulan Argentina bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dengan hasil ini, Argentina berhak melaju ke babak perempatfinal Piala Dunia 2026, sementara Mesir harus angkat koper dari turnamen.

Susunan Pemain:

  • Argentina: Emiliano Martinez; Nahuel Molina (Gonzalo Montiel 73'), Cristian Romero (Nicolas Otamendi 90+5'), Lisandro Martinez; Nicolas Tagliafico (Nico Gonzalez 66'); Rodrigo De Paul (Lautaro Martinez 66'), Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez (Facundo Medina 90+5')
  • Mesir: Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour (Hamdhy Fathy 45'), Marwan Attia, Mohanad Lasheen (Zizo 90+6'), Haissem Hassan (Trezeguet 73'); Mohamed Salah, Mostafa Zico (Omar Marmoush 80')

Pertandingan ini menunjukkan betapa tipisnya garis antara kemenangan dan kekalahan di turnamen sebesar Piala Dunia. Argentina yang sempat tertinggal dua gol dan gagal mengeksekusi penalti, akhirnya mampu bangkit dan mencetak tiga gol balasan. Kiper Mesir, Mostafa Shobeir, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial, namun itu tidak cukup untuk menghentikan kebangkitan Argentina. Gol-gol dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez memastikan langkah Argentina berlanjut ke babak delapan besar.

ArgentinaMesirPiala Dunia 2026kebangkitanLionel Messidramatisperempatfinal

Komentar

Memuat komentar...