Artemis II Luncurkan Bulan, Buka Peluang Karier Antariksa
Gambar atau konten salah?
Artemis II adalah misi berawak yang membawa empat astronaut ke Bulan pada 01 April 2026. Peluncuran dilakukan pada pukul 18.35 waktu AS, atau 02 April 2026 pukul 05.35 WIB. Setelah perjalanan sekitar sembilan hari, pesawat kembali ke Bumi dan mendarat di lepas pantai San Diego pada 10 April 2026 pukul 17.07 waktu AS, atau 11 April 2026 pukul 04.07 WIB.
Keempat astronaut, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, menempuh lintasan Bulan dan kembali ke Bumi. Misi ini diharapkan menjadi dasar bagi eksplorasi masa depan. "Hal ini akan membimbing banyak siswa untuk menjadi ilmuwan, insinyur, penemu, matematikawan, dan astronaut berikutnya yang berani menciptakan cakrawala baru di luar angkasa dan mendorong batas-batas kemungkinan demi kepentingan semua orang," kata Direktur Pusat Antariksa Johnson NASA, Vanessa Wyche.
Di Suffolk New College, Inggris, para ahli antariksa datang untuk berbagi wawasan dengan mahasiswa. Sekitar 50 mahasiswa berkesempatan bertemu langsung dan mendapatkan informasi tentang peluang karier serta magang, mulai dari pengelasan hingga teknik kedirgantaraan.
Matt Bagley dari Space East menyatakan bahwa peluang di industri antariksa sangat luas. Ia menegaskan bahwa "Apa yang dikerjakan di Bumi juga berlaku di luar angkasa. Insinyur hari ini bisa menjadi insinyur antariksa di masa depan," Bagley, dikutip dari BBC.
Daniel, mahasiswa pengelasan, mengaku terpana mengetahui wilayahnya merupakan pusat industri antariksa. Henry, mahasiswa teknik, menambahkan bahwa wawasan mereka terbuka terhadap peluang karier yang sebelumnya tidak ia sadari.
Secara global, pasar industri antariksa diproyeksikan meningkat dari £270 miliar (sekitar Rp 6.278 T) menjadi £490 miliar (sekitar Rp 11.394 T) pada 2030. Kepala karier di kampus tersebut, Kayleigh Norris, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap ekosistem industri antariksa yang luas. "Kami bisa dibilang sedang menempatkan karier antariksa dalam radar mereka," tuturnya.
Di Cambridge University, kelompok mahasiswa berambisi menjadi yang pertama di Eropa meluncurkan roket ke luar angkasa. Anggota Cambridge University Space Flight Society menganggap misi Artemis II sebagai momen luar biasa yang belum pernah mereka saksikan seumur hidup, mengingat misi berawak ke Bulan terakhir terjadi pada 1972. Co-president komunitas tersebut, Elisabeth Rakozy, mengatakan bahwa Artemis I menandai "era baru" dalam eksplorasi ruang angkasa.
Komunitas dengan sekitar 100 anggota menargetkan dapat melewati Garis Karman pada ketinggian 100 km di atas Bumi dalam dua tahun ke depan. Mereka telah membangun beberapa mesin dan roket, termasuk roket bernama Carina yang mampu mencapai ketinggian 150 km. Setelah sempat melambat akibat pandemi, mereka kini kembali mendapatkan momentum.
Ben Sutcliffe, co-president lainnya, berkata "Kami akan segera meluncurkan lebih banyak roket," dan menggambarkan uji terbang seperti melihat 'bayi' sendiri meluncur ke langit sambil berdoa agar seluruh desain teknik yang dibuat berfungsi dengan baik.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa misi luar angkasa tidak hanya menginspirasi generasi muda, tetapi juga membuka pintu bagi berbagai profesi di bidang sains dan teknik. Dengan dukungan pendidikan dan peluang industri, banyak siswa kini melihat karier di antariksa sebagai pilihan yang realistis dan menarik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sertifikat BNSP Kini Jadi Syarat Wajib Trainer Perusahaan
Lukis Hewan Peliharaan, Alihkan Anak dari Layar Gadget
PTS Terancam Mati Akibat Kebijakan PTN Tanpa Batas
Stella Christie Koreksi Data 60 Ribu Kursi Kosong PTN
Anak Petani Gresik Lolos Beasiswa S2-S3 di Inggris dan Australia
Hasil PISA 2025 Diumumkan Akhir 2026
Berita Terbaru
FBI Bongkar Jaringan Botnet Popa, Bajak Dua Juta Perangkat
Sertifikat BNSP Kini Jadi Syarat Wajib Trainer Perusahaan
88 Hotspot di Sumsel, Tertinggi Sebulan
Diego Garcia: Kemenangan Hukum, Kalah oleh Militer
Juventus Incar Emiliano Martinez Setelah Gagal Dapat Alisson
UMKM Saldo Rp3 Triliun Ditahan, 500 Akun Diblokir
