Stella Christie Koreksi Data 60 Ribu Kursi Kosong PTN
Gambar atau konten salah?
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie memberikan koreksi atas data yang menyebutkan ada 60 ribu kursi kosong di perguruan tinggi negeri (PTN) karena calon mahasiswa baru tidak melakukan daftar ulang. Penjelasan ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya.
"Pertama, 60 ribu itu data tahun lalu (2025). Tahun ini (2026), pendaftaran jalur mandiri masih berjalan. Kita baru tahu data lengkapnya di pekan ketiga bulan Juli. Yang katanya 60 ribu calon mahasiswa, ini sebenarnya terdiri dari 42.315 bangku kosong. Bukan calon mahasiswa, artinya ada 42.000 kesempatan yang belum diambil," ujar Stella dalam unggahan pada Rabu, 08 Juli 2026.
Dari total 60 ribu tersebut, hanya 17.816 yang merupakan calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang. Stella merinci data sebenarnya dalam keterangan unggahannya. Angka 60 ribu itu terdiri dari 42.315 bangku kosong dan 17.816 calon mahasiswa baru yang tidak daftar ulang. Perlu dicatat, data ini adalah data tahun 2025, bukan 2026 karena proses penerimaan tahun 2026 belum selesai.
Ada tiga alasan utama mengapa 17.816 calon mahasiswa tidak mendaftar. Pertama, mereka diterima di perguruan tinggi kedinasan. Kedua, mereka memilih mendaftar ke perguruan tinggi swasta (PTS) sesuai dengan program studi yang diinginkan. Ketiga, adanya keterbatasan biaya. Namun, bagi mereka yang terkendala biaya, ada solusi berupa pengajuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) level 1 atau level 2 yang nilainya hanya Rp 500.000 per semester.
"Memang ada mahasiswa kita yang mendaftar KIP Kuliah, tetapi tidak mendapatkannya. Namun untuk para mahasiswa ini, bisa mendapatkan UKT level 1 yang dibatasi 500.000 rupiah per semester. 500.000 rupiah untuk 15 minggu kuliah satu semester, artinya cukup nabung 33.000 rupiah per minggu," jelas Stella.
Ia menambahkan, jumlah tersebut setara dengan mengorbankan satu mangkuk bubur ayam spesial atau satu paket rokok setiap minggunya. "Jadi, yang penting untuk kalian yang lulus ke PTN tapi bermasalah ekonomi, jangan termakan disinformasi. Kalian berhak mendapatkan UKT level 1 atau level 2. Tetap semangat!" tegasnya.
Sebelumnya, data mengenai 60 ribu calon mahasiswa yang tidak daftar ulang di semua jalur seleksi PTN 2025 disampaikan oleh Ketua Panitia SNPMB 2025 dan 2026, Eduart Wolok, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPR. Data tersebut mencakup tiga jalur seleksi.
Untuk jalur SNBP, daya tampung awal adalah 181.425 kursi, dengan 173.028 calon mahasiswa diterima, namun hanya 159.926 yang melakukan daftar ulang. Pada jalur SNBT, daya tampung awal 260.319 kursi (berubah menjadi 284.380), dengan 253.421 diterima dan 218.918 daftar ulang. Sementara itu, jalur Seleksi Mandiri memiliki daya tampung awal 186.213 kursi (berubah menjadi 252.192), dengan 249.233 diterima dan 188.982 daftar ulang.
Secara keseluruhan, daya tampung awal total adalah 627.957 kursi. Dari jumlah tersebut, hanya 567.826 calon mahasiswa yang melakukan daftar ulang, atau sekitar 90,42 persen. Artinya, ada 60.131 kursi yang tidak terisi karena calon mahasiswa tidak daftar ulang.
Eduart Wolok, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI), mengonfirmasi data tersebut. "60 ribuan itu (10% dari DT Total awal) yang tidak daftar ulang semua jalur (SNBP, SNBT, dan Mandiri) di SNPMB 2025," katanya.
Menurut Eduart, alasan calon mahasiswa tidak daftar ulang tidak hanya karena masalah biaya. Ada beberapa faktor lain yang memengaruhi. Pertama, tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kedua, mereka diterima di kampus di luar Pulau Jawa sehingga biaya mobilitas menjadi tinggi. Ketiga, mereka memilih untuk mengejar program studi impian melalui jalur mandiri.
Data yang disampaikan Stella Christie dan Eduart Wolok sebenarnya saling melengkapi. Stella menekankan bahwa angka 60 ribu itu bukan semuanya calon mahasiswa yang menolak daftar ulang, melainkan sebagian besar adalah kursi kosong yang belum terisi. Sementara Eduart memberikan gambaran lebih luas tentang faktor-faktor yang menyebabkan calon mahasiswa memutuskan untuk tidak melanjutkan pendaftaran di PTN.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Anak Petani Gresik Lolos Beasiswa S2-S3 di Inggris dan Australia
Prabowo Setujui Pendirian Kampus IIM dan IIT India di RI
Hasil Ujian Mandiri Undip 2026 Resmi Diumumkan
Uniranks 2026 Rilis 20 PTS Terbaik, Binus Juara
Sabrina Chairunnisa Mundur dari Program S3 UI
Maudy Ayunda Ajukan Paten Inovasi dari Tanaman Nyamplung
Berita Terbaru
OJK Bantah Isu Bank Asing Tarik Dana Besar-besaran
Menteri Bantah Potongan Ojol Masih 20%
Empat Ikon Palembang Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Nasional
Lampung Luncurkan SMA Jarak Jauh dan SMA Terbuka
Wamen LHK: PSEL Gagal Tanpa Pemilahan Sampah
Nasabah LPD Bedulu Tak Bisa Tarik Rp 245 M Sejak Pandemi
