Aset Asuransi Tembus Rp1.192 Triliun per September 2026
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa total aset industri asuransi mencapai angka Rp 1.192,84 triliun pada September 2026. Angka ini naik 0,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, memberikan rincian lebih lanjut. Aset asuransi komersial tercatat sebesar Rp 976,78 triliun. Ini naik 1,90% secara tahunan. Sementara itu, aset asuransi nonkomersial justru menyusut 2,97% menjadi Rp 216,06 triliun.
"Untuk industri asuransi, aset industri asuransi pada September 2026 mencapai Rp 1.192,84 triliun atau naik 0,98% year-on-year dari posisi yang sama di tahun sebelumnya," kata Ogi dalam konferensi pers virtual RDK Bulanan OJK pada Kamis, 05 November 2026.
Dari sisi kinerja, pendapatan premi asuransi komersial terkumpul Rp 252,80 triliun. Angka ini tumbuh 2,61% secara tahunan. Rinciannya, premi asuransi jiwa naik 6,58% menjadi Rp 141,59 triliun. Namun, premi asuransi umum dan reasuransi justru turun 2,04% menjadi Rp 111,18 triliun.
Bagaimana dengan permodalan? Rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) untuk asuransi jiwa tercatat 471,95%. Sementara RBC asuransi umum dan reasuransi mencapai 331,84%. Kedua angka ini masih jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan, yaitu 120%.
Beralih ke industri dana pensiun. Total asetnya mencapai Rp 1.721,91 triliun. Ini tumbuh 6,11% dibandingkan tahun lalu. Angka itu terdiri dari aset program pensiun sukarela sebesar Rp 410,97 triliun yang naik 3,3%. Lalu program pensiun wajib sebesar Rp 1.310,94 triliun yang naik 7,02%.
"Pada industri dana pensiun, total aset per September 2026 tumbuh sebesar 6,11% year-on-year dengan nilai mencapai Rp1,721,91 triliun," jelas Ogi.
Data ini menunjukkan bahwa sektor asuransi dan dana pensiun di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif. Meskipun ada sedikit penurunan di asuransi nonkomersial dan premi umum, sektor jiwa dan dana pensiun justru mencatatkan kenaikan yang cukup solid. Rasio solvabilitas yang tinggi juga menandakan industri ini memiliki modal yang kuat untuk memenuhi kewajibannya kepada nasabah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
