Investor Pasar Modal Tembus 33,55 Juta di Oktober 2026

Putri N. · 2 min baca · 4 jam lalu · 39 dibaca
Bisik.id
Investor Pasar Modal Tembus 33,55 Juta di Oktober 2026

Gambar atau konten salah?

Jumlah investor di pasar modal Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Hingga Oktober 2026, tercatat ada 33,55 juta investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penambahan 1,38 juta investor hanya dalam satu bulan terakhir.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan pertumbuhan ini. Sepanjang tahun berjalan atau year to date (YTD), jumlah investor naik 64,75%. "Penambahan investor tercatat sebanyak 1,38 juta di Oktober 2026 secara month to month (MtM). Sehingga total investor telah mencapai angka 33,55 juta atau tumbuh signifikan 64,75% secara YTD," ujar Hasan dalam konferensi pers RDK Bulanan OJK, Kamis, 05 November 2026.

Pertumbuhan ini terjadi di tengah tekanan di pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 16,7% secara bulanan pada Oktober 2026. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 16,88 triliun. Hasan menambahkan, "Pengumuman MSCI atas proposal konsultasi reklasifikasi status Indonesia turut mempengaruhi dinamika pergerakan pasar modal dalam negeri pada periode laporan. IHSG ditutup di level 5.057,05 per akhir Oktober 2026 atau terkoreksi 16,7% secara MtM, dengan investor asing membukukan net sell Rp 16,88 triliun."

Menariknya, aktivitas perdagangan saham justru meningkat. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp 16,31 triliun. Angka ini naik dibandingkan September 2026 yang sebesar Rp 14,94 triliun.

Meskipun IHSG terkoreksi cukup dalam, minat investor ritel untuk masuk ke pasar modal tidak surut. Lonjakan jumlah investor baru di Oktober 2026 justru menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Ini menunjukkan bahwa faktor eksternal, seperti pengumuman MSCI, lebih berdampak pada perilaku investor asing dan harga saham secara umum, bukan pada minat investasi jangka panjang dari dalam negeri.

investorpasar modalOJKIHSGMSCItransaksi saham

Komentar

Memuat komentar...