ASN WFH Minggu, Guru Tetap di Sekolah, ULT Terbuka Kemenk
Gambar atau konten salah?
WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai diberlakukan pada 01 April 2026. Kebijakan ini diatur oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menetapkan satu hari kerja dari rumah setiap minggu, tepatnya setiap Jumat. Tujuan utamanya adalah menyesuaikan gaya kerja dengan kebutuhan efisiensi dan penghematan energi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa WFH tidak berarti libur. “Work from home bukan berarti libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya saja dari lokasi yang berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala.
Setiap dua bulan, Kemendikdasmen akan meninjau pelaksanaan WFH untuk memastikan efektivitasnya. Evaluasi ini bertujuan menyesuaikan kebijakan dengan kondisi nyata di lapangan dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan.
Bagian penting dari kebijakan ini adalah perbedaan peran antara guru dan pegawai administrasi. Meskipun semua ASN terikat pada WFH, guru tidak dapat melaksanakan tugasnya secara jarak jauh. Saat siswa hadir di sekolah, guru wajib berada di tempat tersebut. Hal ini mencakup kegiatan non-akademik seperti olahraga, ekstrakurikuler, dan aktivitas sekolah lainnya yang tetap berlangsung normal tanpa pembatasan.
Untuk menjaga kelancaran layanan pendidikan, Kemendikdasmen memastikan Unit Layanan Terpadu (ULT) tetap terbuka. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai kanal, mulai dari tatap muka hingga digital seperti WhatsApp, email, dan telepon. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat tetap memperoleh akses layanan pendidikan tanpa hambatan, meski sebagian pegawai bekerja dari rumah.
Alasan di balik penerapan WFH adalah bagian dari program pemerintah yang lebih luas. Salah satu landasan hukumnya adalah Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan ASN. Kebijakan ini dirancang untuk mendorong efisiensi kerja, adaptasi budaya kerja baru, dan penghematan energi. Selain WFH, pemerintah juga mengurangi perjalanan dinas, membatasi penggunaan kendaraan dinas, dan mendorong pemanfaatan transportasi publik.
Mu'ti menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih modern dan berkelanjutan. “Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Inilah transformasi menuju masa depan di mana kita tetap produktif, layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,” jelasnya.
Dengan demikian, kebijakan WFH di lingkungan Kemendikdasmen menegaskan bahwa guru tetap harus hadir di sekolah saat siswa masuk, sementara layanan pendidikan tetap berjalan normal melalui berbagai kanal. Pemerintah terus meninjau dan menyesuaikan kebijakan ini untuk memastikan bahwa efisiensi dan kualitas layanan tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
