13 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Baik Mulai Usaha
Gambar atau konten salah?
13 Juni 2026 adalah hari yang dikenal sebagai Ala ayuning dewasa menurut kalender Bali. Hari ini dianggap baik untuk memulai usaha dan kegiatan lain yang membutuhkan keberuntungan.
Kalender Bali memuat daftar ala ayuning dewasa atau hari baik berdasarkan perhitungan khusus. Daftar ini sering dipakai masyarakat Hindu di Bali untuk menentukan apakah hari tertentu cocok atau tidak untuk melaksanakan upacara adat, ritual, atau aktivitas sehari‑hari.
Berikut rincian hari-hari yang masuk dalam kategori ala ayuning dewasa pada tanggal 13 Juni 2026, diambil dari kalenderbali.org:
- Gagak Anungsang Pati – Tidak baik untuk melakukan upacara membakar mayat, atiwa‑tiwa (Alahing dewasa 2).
- Kala Dangu – Tidak baik untuk memulai pekerjaan, pindah tempat, bepergian (Alahing dewasa 3).
- Kala Gotongan – Baik untuk memulai usaha, tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat (Alahing dewasa 4).
- Kala Ngruda – Baik untuk membuat taji, keris, ranjau (sungga), bambu runcing, dan sejenisnya; tidak baik untuk segala pekerjaan, akan mendapat godaan/halangan sakit keras, melakukan yadnya besar (Alahing dewasa 3).
- Kala Upa – Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan) (Alahing dewasa 4).
- Karnasula – Baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya; tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan (Alahing dewasa 3).
- Panca Prawani – Tidak baik dipakai dewasa ayu (Alahing dewasa 2).
- Pepedan – Baik untuk membuka lahan pertanian baru; tidak baik untuk membuat peralatan dari besi (Alahing dewasa 3).
- Purwani – Tidak baik dipakai dewasa (Alahing dewasa 2).
- Salah Wadi – Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa‑tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll.) (Alahing dewasa 3).
- Pararasan – Laku Bulan, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Bagna Mapasah, Pratiti: Nama rupa.
Daftar ini membantu warga Bali menyesuaikan aktivitas mereka dengan energi yang dianggap positif atau negatif pada hari tersebut. Meskipun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan individu, yang dapat menyesuaikan tradisi dengan kebutuhan modern.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
