Asus ExpertBook Ultra: Laptop Tipis Prosesor Panther Lake

Wahyu T. · 3 min baca · 1 jam lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Asus ExpertBook Ultra: Laptop Tipis Prosesor Panther Lake

Gambar atau konten salah?

Setelah menunggu lama, prosesor terbaru Intel, yang dikenal sebagai Panther Lake, akhirnya hadir di pasar. Chip ini diproduksi dengan proses fabrikasi 18 nm, dan satu perangkat pertama yang menampungnya adalah Asus ExpertBook Ultra. Laptop ini menandai perubahan dalam segmen bisnis tipis, membawa arsitektur baru ke dalam desain yang sudah dikenal sebagai “kuda hitam” di kelas premium.

Berikut spesifikasi utama unit yang diuji: Intel Core Ultra X7 358H (16 inti, turbo hingga 4,8 GHz), Intel Arc B390 (12 Xe core), 32 GB LPDDR5x‑8533, 2 TB M.2 PCIe 4.0 SSD, layar 14‑inci 2880×1880 OLED dengan refresh 120 Hz, 70 watt‑hours baterai, Wi‑Fi 7, Bluetooth 6.0, 2x Thunderbolt 4, 2x USB‑A 3.2 Gen 2, 1x HDMI 2.1, 1x combo audio 3,5 mm, dan berat 1,1 kg (dimensi 31 × 21,2 × 1,65 cm).

Desainnya menonjolkan bodi tipis dan ringan. Asus menggabungkan magnesium‑aluminium alloy dengan lapisan nano‑ceramic, menghasilkan permukaan matte yang terasa premium dan tidak mudah meninggalkan sidik jari. Ketebalan 1,65 cm memberi kesan ultralight, namun layar 14 inci tetap nyaman dilihat. Bodi terasa kokoh, hampir tidak ada lengkungan saat menekan keyboard atau membuka layar.

Untuk ketahanan, laptop ini dilengkapi sertifikat MIL‑STD‑810H, menunjukkan lolos 24 tes standar militer, termasuk getaran, pasir, debu, suhu ekstrem, dan 157 tes durabilitas lain seperti jatuh 120 cm dan tahan tumpahan air. Uji fisik kami melibatkan diinjak, disiram air, dan dipegang paksa di titik lentur terjauh. Laptop tetap berfungsi tanpa kerusakan, menegaskan klaim ketangguhan Asus.

Keyboard menjadi fokus utama. Ruang tuts lebar, jarak tekan pas, memberi umpan balik taktil yang empuk namun tetap renyah. Lapisan UV coating menjaga kebersihan dari minyak jari. Di bawahnya, touchpad haptic berukuran sekitar 12 × 7 cm memberikan sensasi “klik” merata dan responsif terhadap gestur multi‑touch Windows 11.

Layar 14 inci beresolusi 2880×1880, panel OLED dengan finishing matte dari Corning Gorilla Glass Victus. Ini jarang ditemui, karena kebanyakan OLED menggunakan glossy. Dengan lapisan matte, kontras tetap tinggi dan nyaman saat bekerja di luar ruangan atau lampu terang. Audio 6‑speaker menghasilkan suara lantang dengan bass yang pas, meski sedikit pecah pada volume maksimum.

CPU Intel Core Ultra X7 358H menggabungkan 4 inti Performance, 8 inti Efficient, dan 4 inti Low‑Power Efficient. Uji PCMark 10 menghasilkan skor 9.892, melampaui Ryzen AI dan seri Ultra 2. Cinebench R24 dan rendering video di Handbrake menunjukkan keunggulan dibandingkan arsitektur ARM Snapdragon X Elite. GPU bawaan Intel Arc B390 dengan 12 Xe core menyaingi GPU diskrit entry‑level seperti RTX 3050, memudahkan pekerjaan 3D modeling dan rendering tanpa menguras baterai.

Baterai 70 Wh mampu bertahan sekitar 15 jam saat memutar video 4K terus‑terusan. Untuk penggunaan sehari‑hari—mengetik, mengedit foto ringan, browsing—baterai masih sekitar 12 jam. Uji PCMark Office Productivity pada kecerahan 200 nits menunjukkan hampir 20 jam, sementara memutar video 1080p pada 50 % kecerahan memakan hampir 25 jam.

Port layout dirancang cerdas. Dua port Thunderbolt 4, satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan, memudahkan manajemen kabel saat mengisi daya 90 W. Selain itu, terdapat 2x USB‑A 3.2 Gen 2, 1x HDMI 2.1, dan 1x combo audio 3,5 mm, memberi fleksibilitas tinggi bagi pengguna profesional.

Webcam 1080p dengan penutup fisik (privacy shutter) memiliki kualitas biasa, terutama di ruangan minim cahaya. Sudut pandang kamera lebar, yang mungkin tidak disukai semua orang. Mikrofon ganda terdengar agak “berjarak”, namun sensor sidik jari di tombol daya dan kamera IR untuk Windows Hello Face Recognition berfungsi dengan baik, membuka kunci layar dalam sekejap.

Secara keseluruhan, Asus ExpertBook Ultra bukan sekadar casing baru untuk menampilkan prosesor Panther Lake. Laptop ini menggabungkan portabilitas ekstrem, desain premium berbalut keramik, keyboard nyaman, layar OLED matte, dan performa tinggi dari Intel Core Ultra X7 358H serta GPU Intel Arc B390. Batas antara laptop tipis ringan dan laptop performa tinggi semakin kabur.

Dalam konteks pasar, laptop ini menargetkan eksekutif yang sering bepergian dan desainer 3D yang membutuhkan mobilitas tinggi. Dengan berat 1,1 kg, layar 14 inci, dan baterai 70 Wh, Asus ExpertBook Ultra menawarkan kombinasi yang menarik bagi pengguna yang mengutamakan kecepatan, daya tahan, dan desain elegan. Produk ini menandai langkah penting bagi Asus dalam mempertahankan posisi di segmen bisnis premium sambil memanfaatkan arsitektur Intel terbaru.

Asus ExpertBook UltraIntel Panther LakeIntel Core Ultra X7 358HIntel Arc B390laptop bisnis premiumdesain keramikbaterai 70 Wh

Komentar

Memuat komentar...