Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, Kapal Besar dan Dermaga Baru Disiapkan

Dian P. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, Kapal Besar dan Dermaga Baru Disiapkan

Gambar atau konten salah?

Pemerintah terus berupaya mengatasi kemacetan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Berbagai langkah disiapkan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan memastikan kelancaran arus logistik serta pergerakan masyarakat di koridor strategis ini.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa sejumlah solusi alternatif akan dijalankan secara bertahap. Langkah-langkah itu meliputi pembangunan dan optimalisasi dermaga, peningkatan kapasitas dermaga yang sudah ada, pengoperasian kapal berukuran lebih besar, serta optimalisasi pelabuhan pendukung seperti Jangkar, Tanjungwangi, dan pemanfaatan Pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara sebagai jalur alternatif saat puncak kepadatan.

"Kepadatan kini tidak hanya terjadi saat musim libur, tetapi juga pada hari-hari biasa. Karena itu, kapasitas layanan harus segera ditingkatkan," ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Kamis 16 Juli 2026.

Dudy secara khusus meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mempercepat penggunaan kapal berkapasitas lebih besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Kapal yang lebih besar diharapkan mampu mengangkut lebih banyak kendaraan dan penumpang dalam setiap perjalanan, sehingga waktu tunggu bisa ditekan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, ASDP menegaskan komitmennya untuk mempercepat berbagai langkah operasional sekaligus pengembangan infrastruktur sebagai solusi jangka panjang. Koordinasi antar pihak telah dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan secara terpadu.

"Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha akibat kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Karena itu, kami tidak hanya fokus pada penanganan operasional harian, tetapi juga mempercepat penyelesaian akar persoalan melalui penguatan kapasitas layanan dan kolaborasi lintas sektor," ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo.

Sementara itu, ASDP terus mengoptimalkan pola operasi kapal dan memaksimalkan kapasitas armada. Perusahaan juga menyiapkan kantong parkir tambahan bagi kendaraan logistik agar antrean tidak meluas ke jalan nasional. Selain itu, pengguna jasa didorong untuk membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy guna mengatur distribusi kedatangan kendaraan ke pelabuhan.

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur, ASDP juga menyiapkan peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Pembangunan bertahap tiga pasang movable bridge di Dermaga 1, 2, dan 3 berkapasitas 50 ton ditargetkan rampung pada 2029. Pengembangan juga mencakup pembangunan akses penghubung Ketapang-Bulusan untuk memperlancar arus kendaraan.

"ASDP siap menjalankan arahan pemerintah dan terus memperkuat layanan agar lintasan Ketapang-Gilimanuk semakin andal, aman dan mampu mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat serta logistik nasional secara berkelanjutan," terang Heru.

Kepadatan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bukan lagi fenomena musiman. Peningkatan frekuensi perjalanan di hari biasa menunjukkan bahwa pertumbuhan mobilitas di koridor Jawa-Bali terus meningkat. Langkah-langkah yang disiapkan, mulai dari kapal lebih besar hingga dermaga baru, diarahkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang berkelanjutan, bukan sekadar mengatasi kemacetan sementara.

kemacetanKetapang-Gilimanukkapasitas layanankapal besarASDPinfrastruktur dermagasolusi alternatif

Komentar

Memuat komentar...