Australia Batasi Pendaftaran Lembaga Swasta Internasional

Sigit W. · 2 min baca · 2 hari lalu · 15 dibaca
Bisik.id
Australia Batasi Pendaftaran Lembaga Swasta Internasional

Gambar atau konten salah?

Australia menghentikan sementara pendaftaran kampus dan lembaga pelatihan swasta baru yang ingin menerima mahasiswa internasional. Kebijakan ini mulai berlaku 19 Mei 2026 dan akan berakhir 19 Mei 2027. Selama periode tersebut, lembaga pendidikan vokasi (VET) dan kursus bahasa Inggris (ELICOS) swasta tidak dapat mengajukan permohonan registrasi ke Commonwealth Register of Institutions and Courses for Overseas Students (CRICOS).

Perubahan ini tidak memengaruhi penyelenggara pendidikan publik seperti sekolah negeri, TAFE, dan universitas negeri. Mereka tetap dapat menambah lokasi atau memperbarui program bila berkaitan dengan penggantian kualifikasi lama. Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini hanya menyasar penyedia pendidikan swasta baru dan program baru bagi mahasiswa internasional.

Dalam keterangan resmi, pemerintah menyebut bahwa penangguhan sementara ini memberi waktu bagi regulator ASQA untuk menyelesaikan pemeriksaan terhadap permohonan yang sudah masuk. “Penangguhan sementara ini memungkinkan regulator (ASQA) untuk fokus pada permohonan yang sudah ada untuk penyedia dan program CRICOS baru, serta terus melakukan pemeriksaan integritas secara mendalam,” ujar pemerintah pada laman resminya.

Asisten Menteri Pendidikan Internasional Julian Hill menegaskan bahwa Australia tetap terbuka bagi mahasiswa yang benar-benar ingin belajar. “Australia tetap terbuka bagi mahasiswa yang benar-benar ingin belajar, tetapi kami perlu melindungi reputasi negara ini dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Menangguhkan pendaftaran baru untuk mengajar mahasiswa internasional di sektor pendidikan vokasi dan kursus bahasa Inggris bukanlah keputusan yang diambil dengan ringan.” Hill juga menilai bahwa munculnya banyak lembaga baru di tengah melambatnya jumlah mahasiswa internasional menimbulkan kekhawatiran. “Sejujurnya, hal itu menimbulkan kecurigaan,” lanjut Hill.

Pengumuman ini tidak memengaruhi sekolah negeri, TAFE, maupun universitas negeri besar yang sudah terdaftar dalam sistem CRICOS. Pemerintah menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menutup ruang bagi penyelenggara pendidikan yang tidak bertanggung jawab sekaligus meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa internasional.

Chief Executive Universities Australia, Luke Sheehy, mengingatkan bahwa pendekatan yang terlalu keras terhadap mahasiswa internasional dapat berdampak pada sektor pendidikan dan ekonomi. “Jika Anda mengambil pendekatan yang terlalu keras terhadap sektor ini, Anda tidak akan menyelesaikan krisis perumahan,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar mahasiswa internasional akan meninggalkan Australia setelah menyelesaikan studi mereka. “Sekitar 80 persen mahasiswa di universitas-universitas besar kembali meninggalkan Australia setelah menyelesaikan pendidikan mereka,” tuturnya.

Secara keseluruhan, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperketat sistem pendidikan internasional dan mencegah penyalahgunaan visa pelajar. Dengan menangguhkan pendaftaran lembaga swasta baru, regulator diberi ruang untuk meninjau kembali aplikasi yang sudah ada dan memastikan integritas serta kualitas pendidikan tetap terjaga. Sementara itu, lembaga pendidikan publik dan yang sudah terdaftar di CRICOS dapat melanjutkan operasinya tanpa gangguan.

Komentar

Memuat komentar...