Ayam Panggang Bu Setu: Tradisi & Dukungan BRI di Magetan
Gambar atau konten salah?
Setiap tahun, saat Lebaran tiba, ribuan orang kembali ke kampung halaman mereka. Di antara kerumunan itu, kebiasaan berkeliling mencari kuliner khas daerah menjadi bagian penting dari perjalanan mudik. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, salah satu tempat yang tak jarang dikunjungi para pemudik adalah Ayam Panggang Bu Setu.
Restoran ini sudah dikenal sejak lebih dari tiga puluh tahun lalu. Awalnya, pemiliknya hanya menjual ayam panggang keliling. Seiring waktu, usaha itu berubah menjadi usaha rumahan yang memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut. Kini, Ayam Panggang Bu Setu masih mempertahankan rasa tradisional yang membuatnya tetap menjadi pilihan utama bagi para pengunjung.
Generasi kedua, Subiyanto, yang kini mengelola restoran, mengingatkan bahwa usaha ini dimulai oleh orang tua beliau pada era 1990-an. Ia menekankan bahwa kunci kesuksesan terletak pada konsistensi proses memasak. “Daya tarik Ayam Panggang Bu Setu terletak pada konsistensi kami mempertahankan proses memasak tradisional menggunakan kayu bakar keras, seperti mahoni atau jati. Meskipun zaman sudah modern, kami tidak beralih ke kompor gas agar kematangan ayam sempurna dan ciri khas kami tetap terjaga,” ujar Subiyanto, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Maret 2026.
Menu paling populer di sini adalah Ayam Panggang Bumbu Rujak. Perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih menembus serat daging ayam kampung, menghasilkan hidangan yang cocok dinikmati bersama keluarga. Setiap kali musim mudik, restoran ini menjadi titik temu bagi para pemudik yang melintas di Magetan.
Lonjakan pengunjung biasanya mulai terasa dua hari sebelum Lebaran dan berlanjut hingga sekitar lima hari setelahnya. Pada periode ini, restoran menjadi salah satu tempat paling ramai di kota. Para pelanggan datang dari berbagai daerah, membawa serta kenangan kuliner masa kecil.
Perkembangan usaha ini tidak lepas dari dukungan perbankan. Subiyanto mengenang awalnya, sang ayah memulai kemitraan dengan BRI pada tahun 1992 dengan modal awal sebesar Rp 250.000. “Dulu sebelum ada modal dari BRI, kami beli ayam ke tengkulak dengan sistem utang, harganya jauh lebih mahal. Setelah ada pinjaman dari BRI, kami bisa beli cash dan harga jual ke konsumen pun jadi lebih terjangkau,” jelas Subiyanto.
Seiring berjalannya waktu, BRI terus memberikan akses permodalan bagi usaha ini. Selain pinjaman, Subiyanto juga memanfaatkan layanan digital BRI untuk mengelola usahanya. Ia berharap fasilitas digital tersebut terus ditingkatkan agar usaha keluarga dapat berkembang lebih cepat.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa bank selalu konsisten dalam memberikan dukungan permodalan, pendampingan, dan penerapan digitalisasi bagi pelaku UMKM. “Kami senantiasa berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada sektor-sektor produktif. Kisah pelaku usaha Ayam Panggang Bu Setu menjadi contoh nyata dukungan pendanaan BRI dalam mendorong perekonomian masyarakat sekaligus menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya,” tegas Dhanny.
Hingga Desember 2025, BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60% penyaluran KUR tersebut dialokasikan ke sektor produksi, dengan porsi sektor produksi mencapai 64,49% dari total penyaluran.
Dengan kombinasi tradisi kuliner, dukungan keuangan, dan digitalisasi, Ayam Panggang Bu Setu tetap menjadi destinasi kuliner favorit selama mudik Lebaran. Restoran ini tidak hanya menawarkan rasa autentik, tetapi juga menunjukkan bagaimana usaha kecil dapat tumbuh berkat kemitraan yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
ASDP Berikan Diskon 21,9% Feri Libur Sekolah 20-5 Juli 2026
Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo: Tahap I Sudah Beroperasi
Bioflok dan Siantar Habonaron: Pangan & Energi Bersih
OJK Panggil Anugerah Digital atas Penagihan Tidak Sesuai
KAI DJKA Upgrade KRL Green Line Tanah Abang–Rangkasbitung
AHY Kunjungi Rusia, Fokus Giant Sea Wall dan Kerja Sama
Berita Terbaru
Delapan Jemaah Haji Lampung Meninggal di Arab Saudi
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pungutan Liar di Lampung Tengah
Warga Bugbug Tuntut Penegakan Hukum atas Perusakan Toilet Pura
Banjir Medan: Peringatan Zakiyuddin, Wajib Bersih Parit
Surabaya: Jejak Kota Bawah dan Kota Atas Selama Kolonial
Final Ganda Putra Indonesia Open: Indonesia Kalah Malaysia
Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, 8.180 Formasi
Regulasi PBP: Fleksibel dan Mendukung Pertumbuhan Digital
Pemerintah Rilis Data Pengangguran Tahun 2023, Sementara
