Bali Tercatat 2.000 Kasus HIV Baru 2025, Banyak Pasien Luar

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Bali Tercatat 2.000 Kasus HIV Baru 2025, Banyak Pasien Luar

Gambar atau konten salah?

Bali mencatat 2.000 kasus baru HIV/AIDS pada tahun 2025 dan menempati posisi di antara sepuluh provinsi dengan angka tertinggi di Indonesia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali menyatakan bahwa lonjakan kasus tersebut tidak semata-mata berasal dari penduduk lokal. Banyak pasien berasal dari luar provinsi dan warga negara asing yang mencari perawatan di Pulau Dewata.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menjelaskan bahwa data HIV dihitung berdasarkan pasien yang mengakses layanan pengobatan di wilayah tersebut. “Itu karena data HIV itu adalah setiap pasien HIV yang mengakses pengobatan itu dan kenyataannya memang banyak sekali pasien‑pasien di luar Provinsi Bali,” kata Raka, Selasa, 21 April 2026.

Raka menambahkan bahwa pasien dari luar daerah sering memilih Bali untuk menjaga kerahasiaan status kesehatan mereka, sehingga turut memengaruhi angka kasus yang tercatat.

“Jadi 2 ribu kasus itu memang penemuan kasus baru di 2025 gitu. Itu kasus baru ya. Jadi semua yang baru, pasien yang memang mengakses melakukan pemeriksaan di sini,” jelasnya.

Selain itu, tidak sedikit warga asing yang menjalani pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS di Bali. 31 persen pasien tercatat berasal dari luar Bali maupun luar negeri.

Raka menambahkan bahwa setiap provinsi memiliki target dari pemerintah pusat untuk menekan angka HIV/AIDS. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan mobilitas pasien lintas daerah masih tinggi.

“Jadi memang kita enggak bisa simpulkan bahwa Bali itu kasusnya tinggi karena memang banyak orang luar gitu,” tandas Raka.

Kasus tinggi di Bali sebagian dipengaruhi oleh peran pulau ini sebagai pusat layanan kesehatan bagi pasien internal maupun internasional. Mobilitas pasien lintas daerah tetap menjadi tantangan dalam mencapai target pengendalian HIV/AIDS di tingkat provinsi.

BaliHIV/AIDSKasus baruPasien luar negeriLayanan pengobatanMobilitas pasienTarget pengendalian

Komentar

Memuat komentar...