Bank Jakarta dan BINUS Cetak Talenta TI Perbankan

Dani L. · 2 min baca · 1 jam lalu · 4 dibaca
Bisik.id
Bank Jakarta dan BINUS Cetak Talenta TI Perbankan

Gambar atau konten salah?

Bank-bank di Indonesia kini menghadapi tekanan yang lebih besar. Bukan hanya soal memiliki teknologi canggih, tapi juga soal memiliki sumber daya manusia yang bisa mengelola dan mengembangkannya. Kebutuhan akan tenaga ahli teknologi informasi (TI) di sektor perbankan terus melonjak.

Beberapa faktor mendorong lonjakan ini. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), big data dan analisis data, komputasi awan, modernisasi arsitektur teknologi, hingga meningkatnya ancaman keamanan siber menjadi pemicu utamanya. Semua ini menuntut bank untuk memiliki talenta TI yang mumpuni.

Salah satu bank yang bergerak cepat dalam hal ini adalah Bank Jakarta. Mereka baru saja meluncurkan program Officer Development Program (ODP) Information Technology Batch I 2026. Program ini diikuti oleh 17 peserta dan digarap bersama dengan BINUS University.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menjelaskan bahwa pengembangan talenta TI adalah bagian dari transformasi perusahaan yang lebih besar. "Bank Jakarta saat ini tengah menjalankan transformasi secara menyeluruh yang mencakup aspek bisnis, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, hingga pengembangan people and culture sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat," ujar Agus.

Ia menambahkan, "Kami meyakini bahwa kemampuan untuk terus beradaptasi dan berinovasi merupakan fondasi utama agar Bank Jakarta mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan industri yang semakin dinamis. Oleh karena itu, melalui Officer Development Program Information Technology ini, kami menyiapkan talenta digital yang akan menjadi bagian penting dalam mengakselerasi transformasi tersebut."

Sementara itu, Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta, Daniel Setiawan Subianto, menekankan bahwa perkembangan teknologi membawa tantangan baru. Menurutnya, talenta TI tidak cukup hanya menguasai aspek teknis. Mereka juga harus paham bisnis dan operasional perbankan.

"Melalui ODP Information Technology, peserta dipersiapkan untuk memiliki kapabilitas teknis di berbagai bidang teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan industri perbankan masa kini dan masa depan," jelas Daniel. "Selain penguasaan aspek teknologi, mereka juga dibekali pemahaman mengenai bisnis dan operasional perbankan sehingga mampu menghadirkan solusi digital yang inovatif, memperkuat ketahanan sistem, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung akselerasi transformasi Bank Jakarta secara berkelanjutan."

Program ini mencakup pengembangan kompetensi teknologi sekaligus pemahaman terhadap bisnis perbankan. Materi yang diajarkan relevan dengan perkembangan industri saat ini. Beberapa di antaranya adalah pemanfaatan AI, pengelolaan data, komputasi awan, arsitektur teknologi, dan keamanan siber.

Bank Jakarta jelas tidak ingin tertinggal. Dengan program ini, mereka berharap bisa mencetak talenta digital yang siap menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin kompleks. Kombinasi antara kemampuan teknis dan pemahaman bisnis menjadi kunci utama dalam program ini.

teknologi informasiperbankantransformasi digitaltalenta TIkecerdasan buatankeamanan siberpengembangan SDM

Komentar

Memuat komentar...