Bank Jakarta dan BINUS Cetak Talenta TI Perbankan
Gambar atau konten salah?
Bank-bank di Indonesia kini menghadapi tekanan yang lebih besar. Bukan hanya soal memiliki teknologi canggih, tapi juga soal memiliki sumber daya manusia yang bisa mengelola dan mengembangkannya. Kebutuhan akan tenaga ahli teknologi informasi (TI) di sektor perbankan terus melonjak.
Beberapa faktor mendorong lonjakan ini. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), big data dan analisis data, komputasi awan, modernisasi arsitektur teknologi, hingga meningkatnya ancaman keamanan siber menjadi pemicu utamanya. Semua ini menuntut bank untuk memiliki talenta TI yang mumpuni.
Salah satu bank yang bergerak cepat dalam hal ini adalah Bank Jakarta. Mereka baru saja meluncurkan program Officer Development Program (ODP) Information Technology Batch I 2026. Program ini diikuti oleh 17 peserta dan digarap bersama dengan BINUS University.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menjelaskan bahwa pengembangan talenta TI adalah bagian dari transformasi perusahaan yang lebih besar. "Bank Jakarta saat ini tengah menjalankan transformasi secara menyeluruh yang mencakup aspek bisnis, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, hingga pengembangan people and culture sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat," ujar Agus.
Ia menambahkan, "Kami meyakini bahwa kemampuan untuk terus beradaptasi dan berinovasi merupakan fondasi utama agar Bank Jakarta mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan industri yang semakin dinamis. Oleh karena itu, melalui Officer Development Program Information Technology ini, kami menyiapkan talenta digital yang akan menjadi bagian penting dalam mengakselerasi transformasi tersebut."
Sementara itu, Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta, Daniel Setiawan Subianto, menekankan bahwa perkembangan teknologi membawa tantangan baru. Menurutnya, talenta TI tidak cukup hanya menguasai aspek teknis. Mereka juga harus paham bisnis dan operasional perbankan.
"Melalui ODP Information Technology, peserta dipersiapkan untuk memiliki kapabilitas teknis di berbagai bidang teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan industri perbankan masa kini dan masa depan," jelas Daniel. "Selain penguasaan aspek teknologi, mereka juga dibekali pemahaman mengenai bisnis dan operasional perbankan sehingga mampu menghadirkan solusi digital yang inovatif, memperkuat ketahanan sistem, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung akselerasi transformasi Bank Jakarta secara berkelanjutan."
Program ini mencakup pengembangan kompetensi teknologi sekaligus pemahaman terhadap bisnis perbankan. Materi yang diajarkan relevan dengan perkembangan industri saat ini. Beberapa di antaranya adalah pemanfaatan AI, pengelolaan data, komputasi awan, arsitektur teknologi, dan keamanan siber.
Bank Jakarta jelas tidak ingin tertinggal. Dengan program ini, mereka berharap bisa mencetak talenta digital yang siap menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin kompleks. Kombinasi antara kemampuan teknis dan pemahaman bisnis menjadi kunci utama dalam program ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Belum Putuskan Gubernur BI
Pinjol RI Raup Rp17,28 Triliun dari Investor Asing
Laba Jamkrindo Melonjak 34,7% di Semester I 2026
MSCI Bekukan Saham Indonesia di Agustus 2026
Trump Kembali Incar Gubernur The Fed, Tuduh Cook Berbohong Soal Hipotek
Prabowo: Periksa Gudang, Indonesia Swasembada Pangan
Berita Terbaru
Prabowo: RI Tetap Tenang di Tengah Krisis Energi
Smelter Freeport Gresik Beroperasi Lagi September 2026
Produksi Tambang Kucing Liar Mundur ke 2029
Luhut Kenang Saat Kebijakan Nikel Dicibir
Pemerintah Tak Ubah Sikap Larangan Ekspor Bauksit dan Tembaga
Prabowo Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga 2026
Bahlil soal Rapor Memuaskan: Hak Mutlak Presiden
HBA Agustus 2026 Turun 5,62% ke US$124,44
BPK: WTP ESDM 2025, Tapi Temuan Masih Ada
KSP Bebaskan 100 Kapal, Ekspor Mineral Rp2,2 Triliun Kembali Mengalir
