Kelangkaan BBM di Medan, Pemerintah Evaluasi Distribusi

Guntur P. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kelangkaan BBM di Medan, Pemerintah Evaluasi Distribusi

Gambar atau konten salah?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara soal kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Medan, Sumatera Utara. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi situasi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Yuliot sudah meminta BPH Migas dan PT Pertamina untuk turun ke lapangan. Tujuannya, mencari tahu apa yang menyebabkan BBM sulit didapatkan di beberapa titik.

"Jadi ini untuk ketersediaan BBM untuk seluruh wilayah kita lakukan evaluasi. Jadi, saya dari Kementerian ESDM sudah minta Kepala BPH Migas untuk melakukan pengecekan bersama PT Pertamina, jadi apa permasalahan yang ada di lapangan," kata Yuliot saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Hasil evaluasi awal menunjukkan pasokan BBM di terminal terpadu tidak bermasalah. Stok BBM juga disebut dalam kondisi aman. Masalahnya, kata Yuliot, kemungkinan ada pada proses distribusi dari terminal ke SPBU.

"Kemudian, distribusi dari terminal terpadu ke SPBU-SPBU ada hambatan transportasi atau apa bagaimana. Ya kita juga sudah turunkan tim ke lapangan. Jadi, untuk ini ya kita akan selesaikan permasalahan ada antrean-antrean di SPBU di beberapa daerah," ujarnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga memastikan layanan penyaluran BBM di seluruh SPBU wilayah Medan dan sekitarnya sudah kembali normal. Sempat terjadi kelangkaan pasokan sebelumnya.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan pasokan bahan bakar sempat menipis karena kebutuhan BBM naik. Aktivitas masyarakat meningkat, termasuk sekolah dan perkantoran yang mulai berjalan lagi. Mobilitas pun ikut naik.

Kenaikan konsumsi BBM di Medan dan sekitarnya sudah direspons dengan percepatan penguatan kapasitas distribusi. Tujuannya, kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.

"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5-10% dibandingkan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," ujar Kitty dalam keterangan resminya pada Rabu, 15 Juli 2026.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina Patra Niaga menambah 10 unit mobil tangki operasional dan 30 unit mobil tangki spot charter. Mereka juga memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat dan dukungan 16 personel dari Bekangdam.

"Perusahaan juga terus melakukan pembinaan dan penindakan atas pelanggaran disiplin terhadap seluruh mitra operasional guna memastikan proses distribusi berjalan sesuai standar keselamatan, kepatuhan, dan keandalan," jelas Kitty.

Operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM ke masyarakat. Upaya ini membuahkan hasil. Pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran mencapai 104% dari target harian, dengan pengoperasian 149 unit mobil tangki atau 115 persen.

Kitty menegaskan operasional Fuel Terminal Medan sudah berjalan normal. Seluruh proses distribusi BBM ke SPBU berlangsung lancar. Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

"Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu percepatan distribusi. Saat ini layanan SPBU di Medan telah beroperasi normal dengan stok BBM dalam kondisi aman. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan optimal," tutup Kitty.

Kelangkaan BBM di Medan dan sekitarnya dipicu oleh lonjakan permintaan yang cukup tajam, sekitar 5-10% di atas rata-rata harian. Pemerintah dan Pertamina merespons dengan menambah armada distribusi dan memperpanjang jam operasional. Hasilnya, pasokan kembali normal dalam waktu singkat. Ini menunjukkan bahwa masalahnya lebih pada distribusi, bukan ketersediaan stok di tingkat terminal.

kelangkaan BBMevaluasi distribusipasokan bahan bakarPertaminaMedanlonjakan permintaan

Komentar

Memuat komentar...