Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah

Fitri A. · 2 min baca · 3 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah

Gambar atau konten salah?

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Palembang. Lokasinya di Jalan Mayor Jenderal Satibi Darwis, Keramasan, Kecamatan Kertapati. Kunjungan itu dilakukan pada Kamis, 16 Juli 2026.

Gibran datang bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, dan Manajer PT Indo Green Power, Satriawan Ming. Mereka melihat kesiapan PSEL yang ditargetkan mulai beroperasi Oktober 2026. Salah satu yang disoroti adalah dampak lalu lintas truk sampah yang melintasi perumahan warga.

Wapres menanyakan jumlah truk yang diperkirakan melintas setiap hari. "Jika 300 truk armada pengangkut sampah akan menuju fasilitas PSEL dan melintasi kawasan itu, kami meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak lalu lintas truk terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar jalur menuju PSEL," ujarnya, Kamis, 16 Juli 2026.

Gibran juga menekankan agar aktivitas operasional nanti tidak mengganggu kenyamanan warga. "Nantinya jika PSEL sudah beroperasional kami minta aktivitas ini tidak mengganggu kenyamanan warga," katanya.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan kunjungan itu untuk memastikan proyek strategis berjalan sesuai target. "Alhamdulillah kunjungan Wapres berjalan aman dan lancar, pembangunan PSEL merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan," jelasnya.

Dewa menambahkan, arahan Wakil Presiden juga mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai operasional PSEL, termasuk keberadaan armada pengangkut sampah yang melintas di kawasan permukiman. "Beberapa hal yang harus dikoordinasikan seperti edukasi kepada masyarakat, termasuk penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, dan berbagai aspek pendukung lainnya," ujarnya.

Persoalan lalu lintas armada pengangkut sampah masih menjadi perhatian utama. Pemerintah Kota Palembang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan mencari solusi terbaik. "Kami akan mencari solusi terbaik untuk agar operasional PSEL tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat," ujar Dewa. Salah satu langkah yang tengah dibahas adalah peningkatan kualitas akses jalan menuju kawasan PSEL.

Manajer PT Indo Green Power, Satriawan Ming, mengungkapkan kapasitas pengolahan PSEL Palembang mencapai 1.000 ton sampah per hari. Dari jumlah itu, fasilitas mampu menghasilkan listrik sekitar 20 megawatt (MW). "Rencananya Oktober 2026 tuntas, PSEL Palembang ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari," katanya.

Proyek ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan sampah perkotaan yang diatur dalam Peraturan Presiden. Target operasional Oktober 2026 masih cukup jauh, namun kekhawatiran utama bukan pada konstruksi, melainkan pada dampak lalu lintas harian yang akan dirasakan warga sekitar. Langkah edukasi dan perbaikan jalan menjadi kunci agar proyek energi terbarukan ini tidak menimbulkan masalah baru di permukiman.

PSELPalembangGibran Rakabumingpengolahan sampahenergi listrikdampak lalu lintasOktober 2026

Komentar

Memuat komentar...