Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September

Lia N. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Keputusan ini mulai berlaku pada 1 Juli hingga 30 September 2026.

Penetapan status tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor 3002.2.1/KEP.421-BPBD/2026. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni, mengatakan saat ini sudah ada lima wilayah yang terdampak kekeringan. Totalnya mencapai 4.771 jiwa dari 2.753 Kepala Keluarga.

"Kami imbau masyarakat waspada kekeringan. Hemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Utamakan untuk kebutuhan pokok dan sanitasi. Segera laporkan ke kami jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air," kata Roni saat dikonfirmasi pada Kamis, 16 Juli 2026.

Selain kekeringan, BPBD juga menyoroti potensi kebakaran hutan dan lahan. "Jangan membakar sampah sembarangan. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan tinggalkan api di hutan dan lahan. Kalau ada temuan asap atau titik api, segera laporkan," tegas Roni.

Selama masa siaga darurat, BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa, dan relawan akan meningkatkan patroli, sosialisasi, serta kesiapsiagaan di wilayah rawan. Warga diimbau memantau informasi resmi dari BPBD agar tidak termakan hoaks.

Sementara itu, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya bergerak menyalurkan bantuan ke wilayah yang terdampak. Sebanyak 56 kepala keluarga di Kampung Sagobog, Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya menerima distribusi air bersih. Pendistribusian dipusatkan di RT 01/RW 01 Kampung Sagobog. Truk tangki air milik FK Tagana datang langsung ke lokasi untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.

"Bantuan ini kami salurkan karena warga di sini memang sangat kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau," ujar Koordinator FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia.

Warga terlihat antusias mengantre membawa jeriken dan ember. Air bersih tersebut rencananya digunakan untuk kebutuhan minum, memasak, hingga mandi. FK Tagana menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana kekeringan.

"Ini komitmen kami untuk hadir membantu masyarakat. Semoga bisa meringankan beban warga sampai sumber air kembali normal," jelas Jembar.

Di Desa Cibalanarik, sumur-sumur warga sudah banyak yang kering dalam dua bulan terakhir. Warga terpaksa membeli air atau berjalan jauh ke sumber air terdekat. FK Tagana memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan ke desa-desa lain di Tasikmalaya yang mengalami krisis air selama musim kemarau. Mereka juga mengajak masyarakat dan donatur untuk ikut membantu agar bantuan bisa menjangkau lebih banyak warga terdampak.

"Kami berharap bantuan ini bisa sedikit mengurangi kesulitan warga. Kesehatan dan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi," pungkas Jembar.

Kekeringan di Tasikmalaya bukanlah hal baru. Wilayah ini kerap mengalami krisis air bersih saat musim kemarau tiba. Status siaga darurat yang ditetapkan hingga akhir September 2026 menunjukkan bahwa pemerintah daerah memperkirakan kondisi ini akan berlangsung cukup lama. Kolaborasi antara BPBD, TNI, Polri, dan relawan seperti FK Tagana menjadi kunci dalam penanganan bencana ini. Bantuan air bersih yang disalurkan ke Kampung Sagobog hanyalah salah satu contoh upaya mitigasi yang dilakukan. Masih banyak desa lain yang membutuhkan perhatian serupa.

siaga daruratkekeringankebakaran hutanBPBDdistribusi air bersihTasikmalayaFK Tagana

Komentar

Memuat komentar...