Bayi Inggris Pertama Lahir dari Rahim Donor Meninggal

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Bayi Inggris Pertama Lahir dari Rahim Donor Meninggal

Gambar atau konten salah?

Hugo adalah bayi laki‑laki yang menjadi anak pertama di Inggris yang lahir setelah transplantasi rahim dari donor yang sudah meninggal.

Ibu Grace Bell menderita Sindrom MRKH, kondisi di mana seorang wanita tidak memiliki rahim padahal ovarium masih normal. Sejak lahir, Grace harus menerima kenyataan bahwa ia tidak dapat mengandung anak secara alami.

Kesempatan bagi Grace muncul ketika ia diberi tahu tentang donor rahim dari seseorang yang sudah meninggal. Pada 01 Juni 2024, operasi transplantasi berlangsung selama 10 jam di Oxford, diikuti prosedur IVF beberapa bulan kemudian.

“Saya memikirkan donor saya dan keluarganya setiap hari. Sebagian dari dirinya akan hidup selamanya di dalam diri saya melalui hadiah terbesar ini: hadiah kehidupan,” ungkap Grace berair mata.

Hugo lahir sehat pada 31 Desember 2025 di London. Kelahirannya disambut dengan tangis bahagia tidak hanya oleh orang tua, tetapi juga oleh tim medis yang telah meneliti teknologi ini lebih dari 25 tahun.

Profesi Richard Smith, konsultan ginekolog yang memimpin tim, menyatakan bahwa momen ini memberi harapan baru bagi wanita muda yang mengalami kondisi tanpa rahim. Di Inggris, MRKH dialami oleh sekitar satu per 5.000 wanita.

Transplantasi rahim bersifat sementara. Setelah kehamilan selesai, rahim akan diangkat kembali melalui operasi, sehingga Grace tidak perlu mengonsumsi obat penekan sistem imun seumur hidup.

Hingga kini, lebih dari 100 operasi transplantasi rahim telah dilakukan di seluruh dunia, menghasilkan kelahiran lebih dari 70 bayi sehat. Hugo menjadi bayi pertama di Inggris yang terbukti bahwa rahim dari donor meninggal juga dapat memberikan kehidupan.

Ringkasnya, keberhasilan Hugo menandai tonggak penting dalam pengobatan reproduksi. Transplantasi rahim menjadi alternatif bagi wanita yang tidak memiliki rahim, memberikan kemungkinan menjadi orang tua tanpa harus mengandalkan donor hidup atau teknologi lain yang lebih kompleks.

transplantasi rahimdonor meninggalSindrom MRKHGrace BellHugoIVFLondonInggris

Komentar

Memuat komentar...