BBM & LPG Subsidi Tetap Statis, Non Subsidi Naik, Harga Baru

Iwan D. · 2 min baca · 1 hari lalu · 6 dibaca
Bisik.id
BBM & LPG Subsidi Tetap Statis, Non Subsidi Naik, Harga Baru

Gambar atau konten salah?

Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, menegaskan bahwa BBM subsidi dan LPG subsidi tidak mengalami kenaikan harga. Meskipun BBM non subsidi Pertamax baru saja naik, LPG non subsidi juga sempat naik sejak awal tahun.

Bahlil mengungkapkan hal ini di depan Prabowo Subianto saat pidato pembukaan Munas HIPMI XVII di Lampung. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden.

"Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah presiden, tidak ada kenaikan," tegas Bahlil. Pidato disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 10 Juni 2026.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga jual BBM non subsidi. Harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik mulai hari ini. Pertamax naik dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter. Pertamax Green 95 naik dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter. Harga BBM subsidi tetap: Pertalite Rp 10.000/liter, Biosolar Rp 6.800/liter.

Penyesuaian harga dilakukan setelah koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. Proses evaluasi berkala mempertimbangkan harga minyak dunia dan pasar keekonomian. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian BBM non subsidi mengikuti regulasi dan bagian dari tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan bisnis, kualitas layanan, dan pasokan energi.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujar Roberth dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 10 Juni 2026.

Kesimpulan: Kebijakan ini menegaskan bahwa BBM subsidi dan LPG subsidi tetap stabil, sementara harga BBM non subsidi disesuaikan secara reguler. Insight: Penyesuaian harga non subsidi menunjukkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Bahlil LahadaliaMenteri ESDMBBM subsidiBBM non subsidiPertamina Patra NiagaLPG subsidi

Komentar

Memuat komentar...