Jamie Tan MasterChef: Roti Canai Metode Kontroversial

Bambang W. · 2 min baca · 13 jam lalu · 10 dibaca
Bisik.id
Jamie Tan MasterChef: Roti Canai Metode Kontroversial

Gambar atau konten salah?

Jamie Tan, seorang kontestan asal Malaysia, memancing perhatian publik saat ia berpartisipasi dalam kompetisi MasterChef di Jakarta. Dalam tantangan membuat roti canai, ia menampilkan metode yang berbeda dengan menggunakan penggiling untuk meratakan adonan.

Roti canai, makanan yang dipengaruhi budaya India dan Timur, biasanya dibuat dengan membanting adonan di atas meja hingga tipis, lalu dilipat atau digulung melingkar sebelum digoreng. Proses tradisional ini dapat memakan waktu beberapa jam, namun Jamie Tan berhasil menyelesaikannya dalam satu jam, sebuah pencapaian yang mendapat pujian dari juri.

Namun, cara membuatnya menimbulkan kritik. Sebuah klip viral menampilkan Jamie menggunakan penggiling, langkah yang dianggap melanggar esensi tradisi. Seorang netizen di akun Smartdory menuntut Jamie untuk melakukan riset lebih mendalam sebelum menciptakan hidangan tersebut.

Netizen lain menilai tindakan tersebut sebagai “kejahatan kuliner total”. Mereka menegaskan bahwa pembuatan roti canai bukan sekadar proses cepat, melainkan seni yang memerlukan waktu lama untuk mengistirahatkan adonan, membalik, dan meregangkannya sehingga lapisan menjadi renyah dan berongga.

“Tidak ada jalan pintas,” ujar netizen lain. “Menekan adonan hingga pipih dengan penggiling dan memasaknya terburu-buru selama satu jam benar-benar menghilangkan esensi hidangan tersebut, dan yang tersisa hanyalah adonan pancake gosong yang kenyal,” komentar netizen lain.

Jamie Tan sendiri menyajikan roti canainya dengan kari khas Malaysia, coconut rice, dan salad nanas mentimun. Meskipun kemenangan tersebut memikat banyak netizen, kritik terhadap metode membuat roti tetap menggelegar di media sosial.

Seorang netizen menegaskan bahwa “pembuatan roti canai tidak boleh sembarangan, harus sesuai dengan pembuatan tradisional.” Menurut beberapa pendapat, penggunaan rolling pin atau penggiling dapat merusak lapisan adonan, membuat roti menjadi kurang berserat atau alot.

Jamie Tan, berusia 27 tahun, mengungkapkan bahwa proses membuat roti canai biasanya memakan waktu lebih lama, namun ia berhasil menyelesaikannya dalam satu jam. Ia juga menekankan bahwa tantangan tersebut menuntut kecepatan dan ketelitian.

Penggunaan alat modern seperti penggiling memang tidak umum dalam pembuatan roti canai. Meskipun demikian, beberapa orang berpendapat bahwa inovasi dapat mempercepat proses tanpa mengorbankan rasa.

Netizen yang menilai metode Jamie sebagai “kejahatan kuliner” menegaskan pentingnya mempelajari dasar-dasar tradisi sebelum mencoba memodifikasi resep. Mereka menilai bahwa setiap hidangan warisan memerlukan penghormatan terhadap proses aslinya.

Perdebatan ini menyoroti perbedaan pandangan antara inovasi kuliner dan pelestarian tradisi. Sementara beberapa orang memuji kecepatan dan kreativitas Jamie, yang lain menuntut kesetiaan pada metode tradisional.

Setelah kompetisi, Jamie Tan tetap menjadi sorotan karena cara uniknya membuat roti canai. Kritik dan pujian bersatu, menciptakan diskusi yang hangat di kalangan pecinta kuliner.

Debat ini menegaskan bahwa dalam dunia kuliner, setiap langkah memiliki makna. Inovasi dapat membawa perubahan, namun tetap harus menghormati akar tradisi yang telah lama ada.

Jamie TanMasterChef Jakartaroti canaipenggilingtradisi kulinerkejahatan kulinerinovasi

Komentar

Memuat komentar...