BBM di Pontianak 24 Jam dengan Terminal Baru & Pasokan 140%

Eko P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
BBM di Pontianak 24 Jam dengan Terminal Baru & Pasokan 140%

Gambar atau konten salah?

Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, mulai berangsur normal. Sebelumnya, antrean di beberapa SPBU menjadi masalah. Untuk memperbaikinya, pemerintah daerah membuka Integrated Terminal Pontianak yang beroperasi 24 jam.

Pasokan BBM juga ditingkatkan hingga 140% dari kondisi normal. Armada mobil tangki ditambah, dan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas dipercepat. Mobil tangki yang dioperasikan oleh aparat kepolisian membantu mempercepat distribusi dari terminal ke SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan upaya terus dilakukan. “Kami menegaskan bahwa suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal. Dengan berbagai upaya percepatan yang dilakukan, kondisi saat ini mulai berangsur kondusif. Namun demikian, apabila dalam waktu singkat kembali habis dan antrean terjadi, maka hal tersebut menjadi indikasi adanya pola konsumsi yang tidak wajar yang perlu kita tangani bersama,” ujar Edi dalam keterangan resmi, 24 Maret 2026.

Di sisi distribusi, penguatan dilakukan dengan menambah nozzle di SPBU dan mempercepat aktivasi QR Code agar pembelian lebih terkontrol. Opsi penyaluran lain juga disiapkan untuk mengurai antrean di lapangan.

SPBU yang sempat tidak beroperasi dievaluasi secara operasional. Pemeriksaan stok dan kesiapan layanan dilakukan, dan pengawasan diperketat agar pelayanan tetap berjalan.

Secara umum, penyaluran BBM tercatat tinggi dan stok dalam kondisi aman. Namun antrean masih terjadi di beberapa SPBU karena lonjakan konsumsi di titik tertentu, sehingga BBM cepat habis. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dilakukan untuk menjaga distribusi, termasuk menindak praktik penimbunan dan spekulan.

Menjelang akhir pekan dan libur panjang, distribusi terus dioptimalkan agar pasokan tetap tersedia. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan untuk menghindari antrean panjang.

Dengan langkah-langkah tersebut, distribusi BBM di Kalimantan Barat mulai menunjukkan perbaikan, meski masih ada tantangan di beberapa titik. Peningkatan pasokan, frekuensi, dan pengawasan diharapkan dapat meminimalkan antrean dan memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.

BBMKalimantan BaratIntegrated Terminal PontianakSPBUantreanQR Codetangki mobilpemerintah daerah

Komentar

Memuat komentar...