TASPEN Ajak Karyawan Kurangi Emisi Lewat Green Miles
Gambar atau konten salah?
PT TASPEN (Persero) meluncurkan program baru bernama Green Miles Program. Peluncurannya bertepatan dengan Global Energy Independence Day. Program ini mengajak seluruh karyawan untuk mengubah kebiasaan bepergian sehari-hari. Tujuannya jelas: mengurangi emisi karbon.
Karyawan didorong memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Bisa dengan berjalan kaki, bersepeda, naik transportasi umum, atau berbagi kendaraan dengan rekan kerja. Semua itu dianggap sebagai langkah kecil yang berdampak besar.
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menjelaskan bahwa keberlanjutan adalah bagian dari transformasi perusahaan. TASPEN ingin menjadi Center of Excellence dalam penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) di lingkungan internal mereka. "Green Miles Program menjadi langkah nyata perusahaan untuk mendorong keterlibatan aktif karyawan TASPEN dalam mendukung pengurangan emisi karbon serta membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan," kata Henra dalam keterangan tertulis pada Senin, 20 Juli 2026. Ia menambahkan, "TASPEN percaya kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten seperti ini mampu berkontribusi bagi bumi yang lebih baik."
Program ini berlangsung selama tiga bulan. Dimulai dari 10 Juli 2026 hingga 09 Oktober 2026. Selama periode itu, karyawan bisa mendokumentasikan perjalanan ramah lingkungan mereka. Hasil dokumentasi kemudian diunggah ke platform khusus yang sudah disiapkan perusahaan.
Green Miles Program bukan satu-satunya inisiatif keberlanjutan TASPEN. Perusahaan sudah menjalankan beberapa proyek lain. Misalnya, pemasangan panel surya berkapasitas 20 kilowatt-peak (kWp). Lalu ada penerapan Energy Management System (EMS) berbasis cloud di Kantor Cabang Jakarta I. TASPEN juga mengembangkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Target penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik terus ditingkatkan. Di berbagai wilayah Indonesia, puluhan ribu pohon sudah ditanam. Pada HUT ke-63, TASPEN bahkan mengumpulkan ribuan bibit pohon sebagai pengganti karangan bunga.
Semua upaya ini memperkuat budaya keberlanjutan di TASPEN. Perusahaan ingin menegaskan perannya sebagai Center of Excellence dalam penerapan ESG. Inovasi-inovasi ini juga mendukung transformasi yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, ketahanan energi, dan pelestarian lingkungan.
Intinya, TASPEN tidak hanya bicara soal lingkungan. Mereka menjalankan aksi nyata, dari hal sekecil cara karyawan pergi ke kantor hingga proyek infrastruktur hijau berskala lebih besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
