BBM Pertamax Non-Subsidi Naik Rp 16.250 per Liter Indonesia
Gambar atau konten salah?
Harga BBM nonsubsidi Pertamax (RON 92) melonjak pada hari Rabu, 10 Juni 2023, dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Pertamax Green (RON 95) juga naik, beralih dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kenaikan harga mencerminkan penyesuaian pasar. Ia mengatakan, “Harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan harga pasar yang ada. Tentu perhitungannya dilakukan secara bijak oleh pelaku usaha baik Pertamina maupun badan usaha yang lain.”
Untuk BBM bersubsidi, termasuk Pertalite dan Biosolar, Bahlil menjamin tidak ada kenaikan. Ia berkata, “Untuk subsidi nggak ada (kenaikan).”
Menjawab pertanyaan tentang potensi kenaikan harga Pertamax di masa depan, ia menyatakan belum ada keputusan. Ia menambahkan, “Sampai saat ini belum ada keputusan sama sekali. Masih melakukan kajian. Kita exercise semua alternatif, yang penting adalah kita menjaga saudara kita yang ekonomi ke bawah, ini yang subsidi. Yang nonsubsidi kan saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik ketimbang yang harus disubsidi.”
Pemerintah masih meninjau berbagai alternatif untuk menekan dampak kenaikan harga, termasuk menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi. Bahlil menegaskan komitmen menjaga harga bahan bakar bersubsidi agar tidak memberatkan konsumen.
Perubahan harga BBM nonsubsidi mencerminkan dinamika pasar, sementara pemerintah berusaha menyeimbangkan antara penyesuaian harga dan perlindungan konsumen, khususnya bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Piala Dunia 2026: Turun Besaran Wisatawan dan Tarif Hotel
Presiden Penasihat Usulkan Batasi Outsourcing pada 4 Pekerjaan
BBM Non‑Subsidi Naik Rp 16.250/17.000, Warga Terkejut
Kepala BGN Datang ke Istana, Rapat MBG Batal, Tunda Besok
Pemerintah Rencanakan Pengurangan Emisi CO2 2025, Fokus Energi
BGN Rencanakan Penataan Ulang MBG, 6.877 Titik Tambahan Tertimbun
Berita Terbaru